Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Berita » Aksi Tolak Kenaikan Gaji DPR RI di DPRD Kalbar Berujung Bentrok, Mahasiswa Luka-Luka

Aksi Tolak Kenaikan Gaji DPR RI di DPRD Kalbar Berujung Bentrok, Mahasiswa Luka-Luka

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Aksi Tolak Kenaikan Gaji DPR RI di DPRD Kalbar Berujung Bentrok, Mahasiswa Luka-Luka

Temporatur.com, Pontianak – Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Barat pada Rabu (27/8) berakhir ricuh, diwarnai bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan. Akibatnya, sejumlah mahasiswa dilaporkan mengalami luka-luka.

Aksi yang awalnya damai menuntut penolakan terhadap kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR RI ini berubah menjadi saling dorong setelah mahasiswa merasa tidak mendapatkan respons dari pihak DPRD. Ketegangan meningkat ketika terjadi pelemparan ke arah aparat yang berjaga.

Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa mahasiswa yang terluka segera dilarikan ke IGD Rumah Sakit Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak. Aparat keamanan masih berjaga di sekitar Bundaran Tugu Digulis Untan hingga malam hari, sementara suasana di halaman kantor DPRD Provinsi Kalbar tampak sepi.

Seorang mahasiswa yang menjadi korban luka menuturkan bahwa ia mengalami tindakan represif dari oknum aparat. “Aksi awalnya berjalan kondusif, namun sekitar pukul 17.00 WIB, aparat mulai menembakkan gas air mata. Saya sempat diseret ke lobi DPRD oleh seseorang berpakaian preman, lalu dipukul dan ditendang hingga terluka di bagian dahi,” ungkapnya kepada wartawan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun DPRD Provinsi Kalbar terkait insiden ini.

Aksi serupa telah berlangsung di berbagai daerah di Indonesia, dengan tuntutan agar pemerintah dan DPR RI mempertimbangkan kembali kebijakan yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat. (*)

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less