Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Berita » Hardjuno: Rekomendasi Pansus BLBI Harus Jadi Rujukan, Negara Rugi Puluhan Triliun

Hardjuno: Rekomendasi Pansus BLBI Harus Jadi Rujukan, Negara Rugi Puluhan Triliun

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hardjuno: Rekomendasi Pansus BLBI Harus Jadi Rujukan, Negara Rugi Puluhan Triliun

Jaksrta – Temporatur.com

Ahli Utama Panitia Khusus (Pansus) BLBI DPD RI periode 2021-2023, Hardjuno Wiwoho, menegaskan bahwa kisruh Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) tak boleh dipandang sebelah mata.

Menurutnya, rekomendasi resmi Pansus BLBI DPD RI yang dikeluarkan beberapa tahun lalu adalah dokumen kredibel yang perlu kembali dijadikan rujukan dalam menyelesaikan kasus besar ini.

“Rekomendasi Pansus BLBI DPD RI menegaskan perlunya penegakan hukum yang konsisten, audit menyeluruh, dan pengembalian kerugian negara. Itu bukan sekadar catatan politik, tetapi dokumen resmi yang ditandatangani lembaga negara,” ujar Hardjuno di Jakarta, Rabu (27/8).

Ia mengingatkan, skandal BLBI telah menimbulkan kerugian negara yang amat besar. “Kerugian negara akibat BLBI mencapai ratusan triliun rupiah. Dalam catatan Pansus, potensi kerugian yang tidak tertagih bisa menembus lebih dari Rp110 triliun. Ini bukan angka kecil, dan pemerintah tidak boleh abai,” tegasnya.

Hardjuno menyoroti kembali temuan terbaru bahwa Bank Central Asia (BCA) masih memiliki kewajiban sebesar Rp26,5 triliun terkait BLBI, sebagaimana diberitakan media nasional pada Agustus 2024 lalu.

Fakta ini, kata dia, menunjukkan persoalan BLBI belum benar-benar selesai meski sudah lebih dari dua dekade berlalu.

“Bagaimana mungkin sebuah bank besar yang kini menjadi penopang sistem keuangan nasional masih menyisakan utang BLBI triliunan rupiah? Ini membuktikan rekomendasi Pansus DPD agar dilakukan penagihan tegas tidak pernah sungguh-sungguh dijalankan,” kata Hardjuno.

Ia menambahkan, penyelesaian BLBI bukan sekadar urusan masa lalu, melainkan juga menyangkut kredibilitas negara dalam menegakkan hukum dan keadilan. “Jika pemerintah tidak serius menindaklanjuti rekomendasi Pansus, publik bisa menilai ada standar ganda dalam penegakan hukum. Kasus ini ujian bagi integritas negara,” ujarnya.

Hardjuno mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan momentum ini sebagai bagian dari agenda reformasi ekonomi.

” Presiden harus menunjukkan keberanian politik untuk menutup babak BLBI dengan adil, transparan, dan berkeadilan. Jangan sampai rakyat terus menanggung beban akibat praktik masa lalu,” tutupnya.

Diketahui, 9 (sembilan) Rekomendasi Pansus BLBI DPD RI tersebut, yaitu:
1. Audit Menyeluruh
Melakukan audit forensik secara menyeluruh atas seluruh penggunaan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
2. Penegakan Hukum Tegas
Menindaklanjuti temuan audit dengan proses hukum yang transparan dan konsisten, tanpa pandang bulu.
3. Penagihan Utang BLBI
Memastikan pengembalian kewajiban dari obligor maupun bank penerima BLBI, termasuk penyitaan aset bila perlu.
4. Pembentukan Tim Khusus
Membentuk tim lintas lembaga (Kemenkeu, Kejaksaan, Kepolisian, KPK, dan BI) untuk mempercepat penyelesaian BLBI.
5. Transparansi Publik
Membuka data BLBI kepada publik untuk memastikan akuntabilitas serta mencegah manipulasi informasi.
6. Revisi Regulasi
Menyusun dan memperbaiki regulasi agar kasus serupa tidak terulang di masa depan.
7. Pemulihan Aset Negara
Mengoptimalkan mekanisme perampasan dan pengelolaan aset negara yang berasal dari kewajiban BLBI.
8. Peran Pengawasan DPD dan DPR
Memperkuat fungsi pengawasan lembaga legislatif dalam menindaklanjuti penyelesaian BLBI.
9. Komitmen Pemerintah
Menegaskan agar pemerintah menunjukkan keberanian politik dalam menyelesaikan kasus BLBI secara tuntas.

(NK/Red)

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Pungli Gemor Sampah Swadaya Warga di Dipo Pesanggrahan, Kasatpel Bawa ‘Bekingan’ Oknum Wartawan

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, TEMPORATUR.COM Dugaan pungutan liar (Pungli) sistematis mewarnai pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Dipo Pesanggrahan. Oknum petugas diduga dengan memungut tarif ke gerobak motor (germor), gerobak dorong, dan mobil pick‑up yang mengangkut sampah swadaya masyarakat. Berdasarkan investigasi Wartawan Kamis per 08 Oktober 2026, para gerobak motor sampah swadaya masyarakat diwajibkan bayar upeti bulanan berkedok retribusi. […]

  • Dalam Hitungan Jam, Polsek Penukal Abab Berhasil Bekuk Dua Pelaku Curanmor

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Suryo Sudharmo
    • 0Komentar

    PALI – Temporatur.com, Aksi pencurian sepeda motor yang terjadi didepan rumah ibadah,tak luput dari perhatian aparat Kepolisian. Unit Reskrim Polsek Penukal Abab Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bergerak cepat dan berhasil membekuk dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) hanya berselang dua jam setelah kejadian. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu malam, 1 Februari 2026, sekitar […]

  • Sukuran Telah di Lantiknya Bupati dan Jumat Berkah Berikan Santunan,Di Gelar Pj Desa Sukadanau

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Ada yang spesial dalam Kegiatan jumat berkah yang rutin di lakukan PJ Kepada Desa Sukadanau, selain memberikan santunan pada ratusan yatim piatu dan dhuafa , kegiatan tersebut di lakukan dalam rangka sukuran atas telah di lantiknya Bupati Kabupaten Bekasi.

  • Meriahkan Hari Kemerdekaan, Indodana PayLater Hadirkan Kemudahan Melalui Promo Spesial ‘Diskonesia’

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Jakarta – Temporatur.com Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-80, Indodana PayLater menghadirkan program diskon eksklusif bertajuk ‘Diskonesia’, yang menawarkan berbagai promo menarik di merchant pilihan sepanjang Agustus 2025 bagi seluruh pengguna di Indonesia. Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Indodana PayLater sebagai layanan Buy Now Pay Later (BNPL) resmi yang telah berizin […]

  • MAXY Academy Sukses Gelar Free Day Class: Bongkar Rahasia Desain Konten Estetik dengan Canva dan AI

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    MAXY Academy Sukses Gelar Free Day Class: Bongkar Rahasia Desain Konten Estetik dengan Canva dan AI

  • Inilah Tampang Wajah Pria Yang Ancam dan Sering Ganggu Istri Wartawan

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Jakarta, Temperatur.com- Seorang pria yang berdomisili di Leuwiliang Bogor yang sering mengganggu istri sah Tile seorang jurnalis dari Forum Wartawan Polri.

    Dikatakan Tile Wartawan tergabung Forum Wartawan Polri mengatakan, “ini cowok terlalu lebay dan Bencong, kalau dia lelaki seharusnya temui saya secara jentel.” Ujarnya kepada teman-teman wartawan saat di warung kopi, Selasa (19/02/25).

    Lebih lanjut Tile menjelaskan, “sudah keseringan itu cowok ganggu rumah tangga saya, atas perbuatan dia mengancam istri saya, saya akan buat laporan ke Aparat Penegak Hukum.” Ujarnya.

    Berikut percakapan melalui pesan WhatsApp ke teman istri Tile Wartawan tergabung di Forum Wartawan Polri :

    “Bilangin ade luh mau main- main sama gua liat ajah hidup nya gak bakal tenang”

    “Di ajak bener² dari awal malah kya gitu ke gua nipu”

    “Sampein semua nya ke dia hidup nya gua bakal gak bikin tenang”

    “Gua Ivan, Gua bukan hasut sumpah demi Allah nya gua gak hasut tapi dia sendiri yg bilang udah bener2 gak bahagia ngejalanin rumah tangga sama Luh”

    “Nih dia tadi cerita gitu ajah gua langsung blok nomor sama semua akun dia”

    “Baru banget tadi siang dia chat gua di tiktok tapi semua udah gua hapus gua bilang gua gak mau ikut campur lagi.”

    “Sumpah demi Allah nya gua cuma ngerasa gak tega ajah dia mohon2 bilang tolong gua, gua hanya mau menyendiri nenangin pikiran dia”

expand_less