Skandal Oknum Legislator Kota Metro Menjadi Isu Nasional, Senior PDI Perjuangan Angkat Bicara
Belum lama ini kota Metro di hebohkan dengan berita viralnya kader terbaik yang saat ini duduk sebagai wakil rakyat, hal ini memicu spikulasi dari beberapa pihak, baik di internal partai, senior partai, maupun external partai dan kalangan masyarakat luas yang dimana sampai saat ini belum ada kejelasan.
Supriyanto salah satu politisi senior PDIP Kota Metro angkat bicara terkait skandal yang menimpa petinggi Legislatif di DPRD Kota Metro.
Supriyanto menekankan perlu adanya tindakan tegas kepada oknum – oknum politisi PDIP yang saat ini duduk sebagai wakil rakyat, katanya.
“Sangat disayangkan ada beberapa tokoh/senior partai berlambang moncong putih yang diduga terjerat skandal yang memalukan ini harus ditindak tegas agar tidak mencoreng marwah partai PDIP, “tegasnya, Rabu (11/06/2025).
“Saya sangat berharap DPC, DPD dan DPP PDI. Perjuangan harus ambil sikap tegas atas isu ini,” cetus Supriyanto.
” Kalau saya selaku tokoh partai dengan gejolak sepert harusi itu lepas jabatan sebagai ketua DPRD Metro, dan sanksi nya juga di keluarkan dari partai, jika memang isu itu terbukti dengan jelas, namun jika tidak terbukti partai PDIP perjuangan harus menuntut balik, menempuh jalur hukum siapa yang mencemarkan nama baik partai, jangan sampai hal ini seperti terjadi pada tahun 99, yang dimana ada salah kader yang bermasalah hukum, akhirnya berdampak pada pileq, dari 9 kursi merosot jadi 3 kursi. Apa hal ini mau terulang lagi, seperti dulu lagi.”ujarnya.
Masih menurut Supriyanto bahwa Ilisu yang berkembang menjadi konsumsi negatif di tengah masyarakat terlebih 2029 akan memasuki tahun politik, dimana semua partai politik mempersiapkan kader terbaiknya untuk mengikuti pemilihan legislatif, namun jika ini di biarkan begitu saja tanpa arah yang jelas, akan berdampak hilangnya kepercayaan publik,
” Nanti jika partai tidak tegas, orang-orang yang dulu memilih akan lari, kenapa sekertaris DPC berbuat begitu kok gak di sikapi, ini kan dampak politik, sekarang dapat lima, untuk mempertahankan saja susah, apa lagi mau nambah. Jika memang tidak terbukti, yang lapor itu harus di laporkan balik, karena mencemarkan nama baik partai, dan harus di proses hukum jangan anteng-anteng aja gtu lho. Intinya saya itu, karena pelapor tiba-tiba cabut laporan, kalau di cabut ada apa-apanya, jangan buat mainan, saya tidak bisa nerima partai PDIP di cemarkan nama baiknya, sudah geger tau-tau kok di cabut laporannya ” ucal senior partai PDIP Metro.
Dipaparkan Supriyanto bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merupakan partai pemenang Pemilu dalam dua periode pada 2014 dan 2019. Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri ini, mempunyai visi yang tertera pada pasal 6 Anggaran Dasar Partai PDI Perjuangan. Sedangkan misi PDI-P, tertera dalam pasal 7, 8, 9 dan 10.
“Dalam sejarahnya, PDIP adalah pecahan dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI). PDI adalah gabungan dari berbagai partai, salah satunya Partai Nasionalis Indonesia (PNI) yang didirikan Sukarno pada tahun 4 Juli 1927.
“PNI kemudian bergabung dengan berbagai partai lainnya: Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Partai Murba), Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), Partai Kristen Indonesia (Parkindo) dan Partai Katolik. Pada tahun 1973, partai gabungan tersebut kemudian dinamakan Partai Demokrasi Indonesia (PDI).
“Selama dipimpin Megawati, PDIP berhasil mendominasi parlemen dengan pilihan suara dominan. Pada Pemilu 2014, PDIP berhasil mengumpulkan 109 kursi di DPR RI atau 19,5 persen dari total parlemen.
“Sedangkan dalam Pemilu 2019, PDIP resmi menguasai kembali parlemen dengan menduduki 128 kursi atau 19,33 persen dari total parlemen.
“Jika melihat dari proses perjalanan panjang PDIP sangat disayangkan jika harus tidak lagi mendapat tempat di masyarakat karena beberapa persoalan yang mencemarkan nama baik partai,tandasnya.
Hal senada disampaikan senior partai lainnya yang berharap kepada DPD Dan DPP PDIP.
” Jujur saja saya merasa kecewa dan galau tentang masa depan PDIP di kota metro, kenapa, disaat PDIP menghadapi persoalan persoalan intimidasi dan juga hantaman dari external yang notabenya lawan politik kita, ada salah satu kader terbaik partai yang saat telah dihantam isu kurang baik, Jika memang terbukti hal ini jelas melanggar AD/ART partai kami. Tentu kami sebagai senior partai berfikir bagaimana partai kami pada tahun 2029 nanti akan bisa mendapat kepercayaan kembali di hati masyarakat. Maka saya berharap DPP partai dapat melihat dengan jelas persoalan isu yang bergejolak di Kota Metro dengan mengambil tindakan tegas terhadap existensi PDIP di Kota Metro, saya khawatir bila ini dibiarkan akan menjadi liar dan kita tidak bisa menjaga perolehan suara yang sudah kita dapatkan justru kita akan melorot/turun,imbahnya.
“Terkait harapan kedepan, ia pun menambahkan ” harapan kedepan kader kader yang masih aktif harus bertanggung jawab untuk tetap menjaga nama baik partai yang dulu sudah di perjuangkan oleh ibu Mega Soekarnoputri selalu ketua umum yang dimana kita semua tau menghadapi intimidasi yang luar biasa, dan sekarang kader kader mempunyai tanggung jawab.”
“Dampak dari pencabutan laporan yang di terima BK DPRD Kota Metro, ia pun menegaskan, ” saya sebagai senior partai yang berjuang untuk mempertahankan suara partai tidak terima, ini sudah laporan untuk ditindak lanjuti di BK kok di cabut kembali, tapi partai kami kan sudah terlanjur di buat kalang kabut dalam hal ini, dan nama baik partai kami tercoreng, sebenarnya saya berharap, karena ada salah satu kader terbaik di tuding melakukan hal tidak terpuji, kami berharap dia menuntut kalau dia merasa tidak melakukan isu itu, menuntun orang yang melaporkan itu, namun jika tidak, kami bertanya ada apa ini, Sementara di masyarakat sudah viral bahwa ada kader PDIP Kota Metro di tuding melakukan hal tidak terpuji. Ini yang tidak bisa kami terima. Di PDIP kan ada badan hukum, yaa sampaikan kita lakukan upaya hukum untuk melaporkan si pelapor itu. ” tutup salah satu rekan Supriyanto yang enggan disebutkan namanya.
Berdasarkan perolehan suara dah Parpol Peserta pemilu dari setiap Dapil Anggota DPRD Kota Metro, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) menjadi Parpol dengan perolehan suara tertinggi Dengan Dapil Penuh yaitu 5 Kursi Legislatif dan memperoleh suara sebanyak 19,490 suara. kendati demikian, ombak besar menghantam PDIP dengan isu sensitif yang berakibatkan berdampak pada tahun politik yang akan datang, dan ini menjadi catatan buruk, hal ini pun di tidak luput dari sorotan publik, terlebih lagi dari warga Kota Metro.
(BB/Tim)















