LAMI Dorong Penyelesaian Masalah Mantan Karyawan RS Kertika Husada Tambun
Ketua Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI), Jhonly Nahampun, menyoroti permasalahan yang dihadapi oleh mantan karyawan Rumah Sakit Kertika Husada Tambun, Kabupaten Bekasi. Dalam keterangannya, Jhonly menyampaikan rasa terima kasih kepada anggota DPRD Kabupaten Bekasi, khususnya Komisi 4, serta Disnaker yang telah berusaha memediasi penyelesaian persoalan ini. Namun, ia juga menegaskan bahwa permasalahan hak-hak karyawan ini membutuhkan langkah tegas.
“Kami menerima pengaduan dari mantan karyawan Rumah Sakit Kertika Husada Tambun, yang hingga saat ini masih terlunta-lunta. Mereka mengeluhkan gaji di bawah UMR yang tidak dibayarkan, bahkan potongan BPJS yang tidak disetor. Kami menilai manajemen rumah sakit ini kurang sehat, sehingga berdampak pada nasib karyawan,” ungkap Jhonly.
Jhonly juga menyoroti nasib para karyawan yang telah bekerja belasan tahun sejak rumah sakit tersebut masih berupa klinik kecil, namun kini ditinggalkan tanpa kepastian.
“Itu persoalan utama. Ada karyawan yang sudah bekerja 15 hingga 17 tahun, tetapi nasib mereka tidak diperhatikan. Ini adalah perjuangan kami untuk memastikan hak-hak mereka dipenuhi,” tegasnya.
LAMI juga mengungkapkan adanya dugaan pelanggaran hukum terkait pengelolaan dana BPJS. Menurut Jhonly, karyawan telah melaporkan bahwa gaji mereka dipotong untuk BPJS, namun tidak disetorkan oleh pihak rumah sakit.
“Ini jelas dugaan pelanggaran hukum. Kalau mereka mengalami kesulitan keuangan, seharusnya ada langkah konkret, seperti menjual aset untuk menyelesaikan kewajiban. Kami akan membawa masalah ini ke jalur hukum karena ada dugaan unsur pidana di sini,” tambah Jhonly.
Ia juga menyatakan bahwa LAMI bersama pihak terkait akan melakukan kajian hukum untuk memastikan semua pelanggaran dapat ditindak sesuai peraturan yang berlaku.
Permasalahan ini menjadi sorotan penting bagi DPRD Kabupaten Bekasi dan Disnaker. Langkah-langkah lanjutan akan terus dikawal untuk memastikan hak-hak karyawan dapat dipenuhi dan pengelolaan rumah sakit menjadi lebih sehat serta bertanggung jawab.
(ER)















