Dedi Mulyadi Tegaskan BUMD Tidak Mau Dijadikan Tempat Menyimpan Timses
Gubernur Jawa Barat, KDM, menegaskan komitmennya untuk memastikan pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bawah kepemimpinannya bebas dari praktik-praktik yang merugikan. Dalam pernyataannya, ia dengan tegas mengatakan tidak akan menjadikan BUMD sebagai tempat untuk menampung tim sukses politik.
“Saya tidak mau menjadikan Badan Usaha Milik Daerah menjadi tempat menyimpannya tim sukses. Tidak akan ada di pemerintahan saya,” ujar KDM dalam sebuah acara publik baru-baru ini.
Menurut KDM, kebijakan ini diambil untuk mencegah budaya politik balas dendam yang hanya akan merugikan negeri. “Kalau negeri ini dibagi pada tim sukses, maka negeri ini tidak akan pernah berakhir. Tahun ini begini, tahun depan begitu, dan seterusnya. Kapan kita maju? Negeri ini akan menjadi negeri balas dendam,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, KDM berencana melakukan audit investigasi terhadap seluruh BUMD di Jawa Barat. Langkah ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja badan usaha tersebut.
“Saya akan lakukan audit investigasi. Agar apa? Agar bisa ditemukan apakah mereka bekerja dengan baik, kredibel, punya keuntungan atau justru terus merugi. Kalau terus merugi, ngapain dipertahankan? Itu hanya menjadi beban APBD dan menggaji pengangguran saja,” jelasnya.
Kebijakan ini disambut baik oleh sejumlah kalangan yang menilai langkah tersebut sebagai upaya menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
(ER)















