KDM : Bongkar Bangli Kalau Dirapatkan Dulu dengan DPRD Tidak Akan Terjadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan pidato yang menggugah di hadapan DPRD. Dalam pidatonya, Ia menekankan pentingnya tindakan cepat dan tegas untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat. Gubernur Dedi juga menyoroti pendekatannya yang sering mendahulukan aksi dibandingkan diskusi panjang yang berisiko menghambat solusi,(16/5).
Di hadapan anggota DPRD, Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan refleksi atas kebijakan dan tindakannya, termasuk langkah kontroversialnya membongkar bangunan liar di pinggir sungai.
“Kenapa kalau saya bongkar bangunan di pinggir sungai? Kebayang kalau saya diskusi dulu sama DPRD, itu tidak akan pernah terbongkar,” ujar Dedi.
Menurutnya, diskusi panjang dengan DPRD sering kali menjadi kendala karena adanya aspirasi dari berbagai konstituen dan partai politik yang berpotensi memperpanjang proses tanpa solusi nyata.
Gubernur Dedi menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk melindungi para anggota DPRD dari tekanan konstituen. “Ketika konstituen bertanya ke Bapak, kenapa tempat warung saya dibongkar? Kenapa rumah yang berpuluh-puluh tahun dibongkar? Saya yang akan menjawab dan bertanggung jawab, agar Bapak tetap bersih.”
Selain itu, ia menyinggung efisiensi anggaran dalam mendukung percepatan pembangunan. Dengan otoritas yang diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri, Gubernur Dedi menyatakan bahwa tindakan cepat harus didahulukan daripada menunggu perencanaan anggaran yang panjang.
“Kalau saya bergerak, saya tidak pernah berpikir anggaran. Yang penting harus berjalan. Yang penting harus terlaksana. Duit mah nuturkeun. Rejeki nuturkeun,” tegasnya.
Dedi juga mengkritisi konsep kolaborasi yang sering kali hanya dimaknai sebagai pertemuan formal semata. “Kolaborasi bukan hanya rapat Pleno 1, Pleno 2, Pleno 3. Kolaborasi adalah tindakan nyata untuk kemanusiaan, keadilan, dan rakyat. Minimal, semua berkolaborasi dengan mendoakan.”
Pidato Gubernur Dedi Mulyadi ini menggambarkan visi kepemimpinannya yang berfokus pada tindakan nyata dan keberanian mengambil risiko demi kesejahteraan masyarakat. Pidatonya di DPRD mendapat beragam tanggapan, namun satu hal yang jelas: Gubernur Dedi ingin memastikan bahwa perubahan dan keadilan bisa diwujudkan tanpa hambatan birokrasi yang berlarut-larut.
(ER/Red)















