Kepahiang, – Program Dana Desa Merupakan Program Pemerintah Pusat yang merupakan salah satu upaya untuk menciptakan pembangunan merata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa, namun secara fakta Program ini dapat di kategorikan gagal pada beberapa Desa, karena ulah kenakalan Pemerintah Desa untuk mengambil Keuntungan secara Pribadi dengan bermoduskan Kegiatan Pembangunan Desa.
Bahkan tidak sedikit bukti nyata memperlihatkan Pengguna Anggaran atau oknum Pemerintah Desa yang nakal harus mendekam di balik jeruji Besi, karena perbuatan Tindak Pidana Korupsi, meski demikian hal ini tidak membuat para oknum kepala Desa jera dalam melakukan kegiatan terindikasi Penyimpangan saat merealisasikan Program Dana Desa.
Seperti salah satu contoh melalui Pemerintah Desa Batu Ampar, Kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, tahun 2024, merealisasikan program Dana Desa untuk Bidang Pembangunan Desa, Kegiatan Pembangunan Pengerasan Jalan/ Lapen, menggunakan Anggaran sebesar Rp. 356.530.200,- dengan Volume 800 meter, di laksanakan oleh TPK Batu Ampar.
Berdasarkan keluhan Masyarakat Desa, serta kegiatan monitoring lapangan, terlihat Kondisi fisik Bangunan Jalan Lapen sangat Memprihatinkan, Karena selain telah tumbuh beberapa rumput menembus Permukaan Jalan, terdapat beberapa titik mengalami Kerusakan padahal baru selesai di kerjakan dalam beberapa Bulan.
Terhendus Aroma praktek kegiatan Korupsi pasalnya, mekanisme proses Pelaksanaan tidak sesuai dengan layaknya standarisasi Bangunan Pemerintah, seperti Penghamparan Material Batu Pecah secara ukuran Koboi(Campur), item Pemadatan tidak Maksimal sehingga membuat kondisi Jalan bergelombang, maupun Item Pekerjaan Penyiraman Aspal yang hanya di lakukan 1 kali penyiraman
Salah satu warga Berinisial AS kepada wartawan Mengatakan, “Pekerjaan Pembangunan Jalan Lapen itu, terkesan dilakukan asal jadi saja, sehingga sudah mengalami kerusakan, serta sudah banyak rumput yang tumbuh di permukaan Jalan, hal ini besar dugaan adanya kesengajaan pihak Pelaksana dalam melakukan pengurangan penggunaan Material Batu, Material Aspal, maupun proses pekerjaan Pemadatan yang tidak maksimal, coba di Cross Cek sendiri kondisi saat sekarang”.pungkasnya
Beberapa kali upaya di lakukan wartawan untuk menjumpai Kepala Desa Batu Ampar, dalam Melakukan Kegiatan Konfirmasi, namun sangat di sayangkan hingga berita tayang, Kepala Desa Belum berhasil di jumpai(MR)















