Diduga Sakit dan Ditelantarkan  Orangtuanya,  2 Anak Bersaudara Dilarikan ke RSUD, Pemkab Sumenep Jangan Setengah Hati

Diduga Sakit dan Ditelantarkan  Orangtuanya,  2 Anak Bersaudara Dilarikan ke RSUD, Pemkab Sumenep Jangan Setengah Hati
Foto ilustrasi

Diduga Sakit dan Ditelantarkan  Orangtuanya,  2 Anak Bersaudara Dilarikan ke RSUD, Pemkab Sumenep Jangan Setengah Hati

Sumenep – Temporatur.com 

Diduga diterlantarkan oleh kedua orang tuanya kedua anak asal Desa Marengan Daja Kecamatan Kota Kab. Sumenep, di larikan Ke RSUD Moh. Anwar Kabupaten Sumenep.

Dua bersaudara berjenis kelamin Laki-laki dan perempuan itu belum diketahui identitas lengkapnya, hanya terlihat sang kakak perempuannya mendampingi adiknya yang sedang terbaring lemas tak berdaya.

Pantaun reporter media online, dua anak bersaudara itu. Sudah di lakukan perawatan Medis di RSUD Moh. Anwar dengan penyakit yang sangat serius dan kemungkinan harus menjalani operasi.

Beredar Informasi, bahwa bahwa dua anak bersaudara itu di bawa oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas sosial perlindungan anak untuk dilakukan terapy di RSUD, namun saat ditemui kedua anak itu dalam kondisi sakit terbaring lemah tak berdaya.

Bacaan Lainnya

Informasi berkembang, anak itu harus dilakukan operasi dan terapy secara intensif di Surabaya, namun dari pihak Pemerintah, pengobatan dihentikan dan memilih kedua anak itu dititip di salah satu Panti asuhan di Kab. Sumenep.

Melihat kondisi tersebut, mendapat respon positif dari ketua LSM Super Kab. Sumenep, Zaini saat ditemui reporter di kediamannya, Belakang Pom Bensin Desa Pamolokan Kab. Sumenep.

Kepada Media, Zaini mengatakan bahwa langkah Pemerintah Kab. Sumenep setengah hati dalam membantu menyelamatkan jiwa, Padahal kedua anak yang sudah nyata-nyata terlantar, seharusnya mendapatkan pelayanan maksimal apalagi anak tersebut dalam kondisi sakit”,ujar nya.

“Pelayanan itu sesuai dengan arahan Medis, jika anak itu harus di operasi dan menjalankan terapy secara intensif, kenapa tidak, semestinya Pemerintah harus sigap bukan malah pengobatan dihentikan dan anak dititipkan di Panti Asuhan”,tegasnya

” Jadi, Pemerintah harus ambil sikap tegas, bukan malah melihat anggaran, kalau tidak mampu berikan Disposisi laporan kepada Kementrian perlindungan Anak”

“Kalau dilakukan sepihak, kata dia, sama dengan pembiaran dan pembunuhan secara pelan-pelan, lalu bagaimana kepala Bidang perlindungan anak dalam menyikapi persoalan yang nyata-nyata terlihat secara kasat mata”.,tudingnya

“Dinsos harus bertanggungjawab, sambungnya. Kalau tidak, kata dia, setidaknya Dinsos berkirim surat kepada kementrian anak untuk mendapatkan bantuan dan pelayan prima, baik kesehatan dan sandang pangannya.” pungkasnya.

( Faisal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *