Menyibak Misteri Bumi Citatah : Petualangan Edukatif Mahasiswa Hukum Ekonomi Syari’ah Kampus Marhalah Al-‘ulya Bersama Legenda Kalpataru
Padalarang, Bandung Barat – Temporatur.com
Geotheater Hawu Pabeasan menjadi saksi bisu kolaborasi yang tak biasa namun sarat makna. Sekelompok mahasiswa visioner dari Program Studi Hukum Ekonomi Syari’ah Al-Marhalah Al-‘Ulya larut dalam pengalaman belajar yang tak terlupakan, menjelajahi keajaiban geologi Geopark Citatah.
Daya tarik utama Kehadiran Kang Deden, bukan sekadar juara Kalpataru, melainkan juga Pengawas Pemandu Geowisata Indonesia (PGWI) Bandung Raya, yang dengan karismanya menuntun mereka menelusuri jejak jutaan tahun sejarah bumi.
Udara segar Padalarang seolah menjadi penyemangat saat Kang Deden, didampingi tim enerjik dari PGWI Bekasi Raya, membuka tabir keunikan Citatah. Bukan hanya sekadar formasi batuan karst yang mempesona, namun juga kisah panjang evolusi dan potensi tersembunyi yang diungkapkan dengan bahasa yang memikat. Para mahasiswa tidak hanya mencatat, namun juga merasakan langsung bagaimana harmoni alam dapat bersinergi dengan prinsip-prinsip ekonomi yang berkeadilan.

Kegiatan ini berhasil menjembatani dua dunia yang tampak berbeda : ketelitian ilmu hukum ekonomi syari’ah dan keagungan warisan alam.
Para calon pemimpin masa depan ini diajak untuk berpikir melampaui batas ruang kelas, menyadari bahwa pembangunan ekonomi yang berkah haruslah berlandaskan pada kelestarian lingkungan yang terjaga.
“Geopark Citatah ini bukan hanya objek wisata, tapi juga laboratorium alam yang kaya akan pelajaran,” ujar Kang Deden dengan penuh semangat.
Beliau menantang para mahasiswa untuk menjadi garda terdepan dalam mengintegrasikan nilai-nilai syari’ah dengan upaya konservasi, menciptakan masa depan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Diskusi hangat dan pertanyaan cerdas dari para mahasiswa menjadi bukti betapa kegiatan ini mampu membangkitkan rasa ingin tahu dan kesadaran mereka akan isu-isu krusial.
Pembelajaran di bawah langit Citatah ini bukan sekedar menambah ilmu, namun juga menanamkan benih kepedulian dan tanggung jawab terhadap bumi pertiwi.
Pengalaman ini diharapkan akan menjadi bekal berharga bagi para mahasiswa Al-Marhalah Al-‘Ulya dalam mengarungi Samudra kehidupan dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa yang selaras dengan alam.**
(Red)















