Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Berita » Hari Lahan Basah Sedunia dengan Penanaman Mangrove di Muaragembong

Hari Lahan Basah Sedunia dengan Penanaman Mangrove di Muaragembong

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
  • visibility 2
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hari Lahan Basah Sedunia dengan Penanaman Mangrove di Muaragembong

Kabupaten Bekasi – Temporatur.com

Memperingati hari lahan basah sedunia tanggal 02 Februari 2025, diperingati dengan penanaman mangrove dan diskusi isu lingkungan di Kp. Beting Ds. Pantai Bahagia Kec. Muaragembong 01-02 Februari 2025.

Kegiatan pentahelix ini dilakukan bersama sama dengan Pokdarwis Alibata, Kebaya, YSRM, Patriot Desa Jawa Barat, KAWALI, AKSI, IKALISA (Ikatan Alumni Universitas Pelita Bangsa), dan Komunitas peduli lingkungan lainnya serta pejabat pemerintagan terkait, kegiatan ini tidak lepas dari bagian upaya menjaga lingkungan dari ancaman abrasi berkelanjutan yang sudah terjadi belasan tahun di pesisir utara kabupaten bekasi, khususnya muaragembong, dan Juga daya dukung dalam adaptasi perubahan iklim di hilir DAS Citarum Wilayah tersebut, termasuk dalam kondisi terdampak Abrasi dan kerusakan masif wilayah Mangrove di Kabupaten Bekasi. Aksi ini dilakukan secara kolektif dan rutin bersama para stake holder terkait.

“kegiatan ini dilakukan rutin dengan cara menanam mangrove diharapkan paling tidak dapat menahan abrasi berkelanjutan, dan tugas kami selaku pemberdaya masyarakat, kami mengajak masyarakat lebih berdaya lagi dalam hal kesadaran lingkungan, ekonomi mandiri, dan kekuatan sosial karena tiga hal tersebut modal utama untuk terus berjuang menjaga lingkungan di area pesisir, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal di kampung beting dan mengembalikan lagi lingkungan mereka yang dulunya produktif.” ujar Imam Febri Hadi Patriot Desa Jawa Barat saat di wawancarai.

Imam Sapaan akrabnya yang juga Sekretaris Umum IKALISA menambahkan “tentu kegiatan ini perlu di pastikan keberlanjutan nya agar terstruktur dan bisa jalan bersama untuk satu tujuan, bukan bersama-sama tapi mempunyai masing-masing tujuan, dan pemerintah juga perlu memastikan kegiatan semacam ini bisa masuk dalam agenda yang tentu sesuai dengan aturan yang berlaku, jika belum ada bisa di buatkan.” pungkasnya “pastinya dikegiatan berikutnya akan mengajak lebih banyak lagi partisipan dari semua unsur, mulai akademisi hingga pemerintahan.”

Kegiatan selama 2 hari tersebut juga di isi dengan pengobatan gratis serta diskusi isu lingkungan dari para pemangku kebijakan yang turut hadir sebagai undangan.**

(Arjo)

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less