Parah!! Pekerja Terluka: Proyek Dana Desa Karangsentosa Diduga Asal Jadi dan Besaran Anggaran???
Kabupaten Bekasi – Temporatur.com
Proyek pembangunan turap (tembok penahan) di Kampung Pulobambu Tua, RT 007/04, Dusun 2, Desa Karangsentosa, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, disorot lantaran diduga mengabaikan transparansi dan standar konstruksi. Proyek yang dibiayai oleh Dana Desa ini tidak memasang papan informasi,
Hasil pantauan tim awak media pada Rabu, 2 Januari 2025, Terungkap berbagai kejanggalan. Turap sepanjang 400 meter tersebut tampak dikerjakan asal jadi, dengan material batu kali yang kualitasnya dipertanyakan. Proses penggalian tanah juga terkesan sembarangan, bahkan beberapa bagian konstruksi sudah menunjukkan kerusakan dini.
Seorang pekerja proyek mengalami luka akibat pecahan batu kali saat bekerja. Pekerja tersebut mengaku hanya bertugas secara borongan tanpa informasi jelas mengenai proyek.
“Kami hanya bekerja borongan. Kalau soal papan informasi, saya tidak tahu. Kalau mau lebih jelas, tanyakan saja ke Pak RT,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi, kepala pekerja proyek, Jahidin, enggan memberikan tanggapan. Sementara itu, Amir, yang disebut sebagai pelaksana proyek, juga belum merespons pesan yang dikirim awak media.
Tokoh Masyarakat Desak Transparansi
Ketiadaan papan informasi dan kualitas pekerjaan yang diduga asal-asalan memicu kekhawatiran masyarakat. Tokoh masyarakat setempat, AM, menegaskan pentingnya pengawasan agar proyek ini tidak merugikan uang rakyat.
“Setiap proyek Dana Desa harus transparan dan diawasi dengan baik. Jangan sampai menjadi proyek siluman yang merugikan masyarakat dan pemerintah. BPD harus lebih aktif mengawasi, dan aparat desa tidak boleh terlibat langsung dalam pengerjaan proyek sesuai aturan,” tegasnya.
Sementara itu, Ogen, staf Desa Karangsentosa, berjanji akan menyampaikan keluhan ini kepada pelaksana proyek dan Tim Pengelola Kegiatan (TPK). Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait.
Warga berharap agar pemerintah segera turun tangan memperbaiki kualitas proyek sekaligus memastikan transparansi penggunaan anggaran. Keberadaan papan informasi proyek dianggap penting, tidak hanya sebagai formalitas, tetapi juga sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.
Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan Dana Desa demi mencegah terjadinya praktik yang merugikan rakyat.**
(ER )















