Een Sumiarsih Warga Sukaraya yang Mengharapkan Bantuan untuk Biaya Perobatan Suami dan Anaknya

Een Sumiarsih Warga Sukaraya yang Mengharapkan Bantuan untuk Biaya Perobatan Suami dan Anaknya
Een Sumiarsih menerima bantuan dari Relawan

Een Sumiarsih Warga Sukaraya yang Mengharapkan Bantuan untuk Biaya Perobatan Suami dan Anaknya

Kabupaten Bekasi – Temporatur.com

Kisah mengharukan seorang Ibu Een Sumiarsih, yang pada usia 45 tahun, dengan sabar merawat suaminya, Firmansyah (51), dan anak pertamanya, Bintar (26), yang keduanya mengalami lumpuh.

Firmansyah mengalami kecelakaan tragis akibat tersengat listrik tegangan tinggi pada tahun 2016, yang menyebabkan kedua kakinya diamputasi. Sementara itu, Bintar mengalami kecelakaan di kolam renang dan telah lumpuh selama hampir enam bulan.

Keduanya terlihat terbaring lemah dan tak berdaya di tempat tidur kayu di kediaman mereka di Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kondisi rumah yang mereka tempati sangat tidak layak, dengan bangunan lama dari kayu dan anyaman bambu serta lantai tanah.

Een Sumiarsih mengungkapkan bahwa selain bantuan dari pemerintah desa Sukaraya, Dinsos Kabupaten Bekasi, dan Kemensos, ia juga berharap bantuan dari para relawan dan donatur untuk biaya pengobatan suaminya dan anaknya. Ia ingin membawa mereka ke pengobatan alternatif, karena melihat kesulitan anaknya saat harus dirawat di rumah sakit dan menunggu lama. Ia juga berharap agar pemerintah daerah dapat membantu memperbaiki kondisi rumah mereka yang tidak layak.

Bacaan Lainnya

Di sisi lain, Ketua Gerakan Sedekah Jumat desa Sukaraya, Elis Y.N, menjelaskan bahwa mereka telah memberikan bantuan dan pendampingan bagi keluarga tersebut, termasuk transportasi untuk berobat. Mereka memberikan dukungan moral agar Bintar mau menjalani pengobatan, meskipun awalnya ia putus asa.

“Para relawan dan Pemdes Sukaraya memberikan support saat keluarga ini menjalani pengobatan di rumah sakit, dan BPJS-nya aktif, Alhamdulillah. Mereka berharap agar lebih banyak orang yang bersedia membantu keluarga Een, baik dalam memperbaiki kondisi rumah mereka maupun dalam biaya pengobatan alternatif yang diperlukan untuk Bintar, ujar Elis Y.N.

“Semangat dan harapan untuk kesembuhan Bintar menjadi fokus utama, karena ia adalah tulang punggung keluarga ini. Dengan adanya perkembangan positif setelah menjalani pengobatan, Bintar semakin menunjukkan kemauannya untuk sembuh. Dukungan dari berbagai pihak sangat diharapkan agar mereka dapat mendapatkan perlindungan dan kehidupan yang sehat, pungkasnya.**

(SS/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *