Diduga Kurangnya Pengawasan Konsultan, Proyek Auning Pasar Tidak Berkualitas

Diduga Kurangnya Pengawasan Konsultan, Proyek Auning Pasar Tidak Berkualitas

Diduga Kurangnya Pengawasan Konsultan, Proyek Auning Pasar Tidak Berkualitas

 

LAMPUNG UTARA, temporatur.com – Konsultan pengawas dalam satu proyek perannya sangat sentral untuk memastikan sebuah pekerjaan berjalan dengan baik dan sesuai aturan.

Namun, diduga yang terjadi konsultan di proyek Auning Pasar milik dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Lampung utara, hanyalah boneka yang tidak memfungsikan perannya sehingga membuat penyedia jasa proyek pembangunan tidak berjalan baik, dan banyak kekurangan.

Keseriusan bekerja secara profesional Konsultan yang menangani pembangunan Auning Pasar milik dinas Perindag tersebut dipertanyakan.

Menurut pengakuan salah seorang Kontraktor yang mendapat proyek pengerjaan disalah satu Pasar, milik Dinas Perindag Lampung Utara, pihak CV. SAC dengan BS sebagai Direktur tidak pernah sekalipun masuk untuk melihat dan mengawasi pengerjaan pembuatan Auning Pasar yang dipercayakan pada perusahaannya.

Bacaan Lainnya

“Sekalipun gak pernah masuk selama saya mengerjakan pekerjaan ini” ujarnya.

Bahkan masih menurut Kontraktor tersebut, untuk melengkapi dokumen pun terkadang jadi kendala tersendiri.

Sedangkan seharusnya seorang konsultan harus selalu mengawasi pekerjaan kontraktor agar sesuai dengan desain dan spesifikasi, mengontrol kualitas material dan hasil pekerjaan, memantau kemajuan proyek dan membuat laporan berkala, dan mengevaluasi klaim perubahan pekerjaan,serta membantu penyelesaian masalah teknis di lapangan

Tugas tugas diatas diduga tidak dilakukan pada pengerjaan proyek Auning Pasar. Sebagaimana diketahui teknik pemasangan pada rangka tiang dan rangka atap baja ringan merupakan sistem kesatuan dan tidak berdiri sendiri. Karenanya, pembuatan gambar kerja dan perhitungan kekuatan beban perlu diperhatikan sebelum memasang rangka baja ringan.

Sebab, satu bagian saja yang kurang tepat dalam pemasangannya, maka struktur lain ikut lemah dan berisiko ambruk.

Hal ini berbeda dengan yang disampaikan Kabid Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Frans Tanada ketika di konfirmasi, terkait pengawasan, mengatakan “Ya kita disini kan ada tim, ada konsultan, konsultan ini termasuk mitra kita, mitra kerja yang selalu mengawasi semua pekerjaan fisik yang ada dilapangan”. (BB)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *