Mbah Goen: ^Politik Uang Bahayakan Demokrasi, Hanya yang Kaya Berpeluang Menang”
Pemilihan umum merupakan kesempatan bagi setiap warga negara untuk mengekspresikan hak politik mereka.
Namun, praktik politik uang atau “money politics” terus mendapat sorotan karena dianggap mengancam demokrasi dan merusak prinsip kesetaraan dalam berbangsa.
Salah satu tokoh masyarakat, Gunawan yang akrab disapa Mbah Goen, menyampaikan kritik tajam terhadap praktik ini.
“Setiap warga negara memiliki hak politik, yaitu hak untuk memilih dan dipilih dalam pemilu, yang dijamin oleh UUD 1945. Hak ini tidak memandang kaya atau miskin. Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama dan sederajat,” kata Mbah Goen, pada Kamis, 14/11/2024.
Mbah Goen juga menekankan bahwa politik uang menciptakan ketimpangan, di mana hanya mereka yang berharta memiliki peluang besar untuk menang.
“Jika politik uang terus diberi ruang, maka pemimpin akan selalu datang dari kalangan kaya. Sementara, mereka yang kurang beruntung dalam hal materi, meskipun kompeten, akan sulit bersaing,” jelasnya. Ia juga menyoroti dampak politik uang terhadap generasi muda.
“Banyak anak muda potensial dan kompeten yang bukan berasal dari keluarga kaya. Sayangnya, dengan adanya politik uang, mereka sulit menembus persaingan,” ujar Mbah Goen.
Mbah Goen mengingatkan masyarakat untuk tidak memiliki pandangan sempit terkait pemilihan umum. Menurutnya, menjadikan pilkada, pileg, atau pilpres sebagai ajang calon memberikan uang kepada masyarakat adalah pola pikir yang tidak lagi relevan.
“Pilkada, pileg, dan pilpres itu digelar lima tahun sekali. Kalau ada yang berpikir ini kesempatan untuk mendapat uang dari calon, itu cara berpikir yang sangat primitif,” tegas Mbah Goen. Pernyataan Mbah Goen ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk menghindari praktik politik uang dan tetap mempertahankan idealisme dalam memilih pemimpin yang kompeten dan berintegritas, tandasnya.
(ER)















