Hari Sawit Nasional: 113 Tahun Perjalanan Sawit Indonesia Menuju Generasi Emas 2045

Hari Sawit Nasional: 113 Tahun Perjalanan Sawit Indonesia Menuju Generasi Emas 2045
Dok. InfoSAWIT/Sejak tahun 2021, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Meluncurkan gerakan SIRA (Sawit Indonesia Ramah Anak) untuk memastikan tidak ada pekerja anak yang terlibat dalam industri ini.

GAPKI

Hari Sawit Nasional: 113 Tahun Perjalanan Sawit Indonesia Menuju Generasi Emas 2045

Jakarta- temporatur.com

Indonesia merayakan Hari Sawit Nasional yang menandai 113 tahun perjalanan industri sawit di Tanah Air. Sejak tanam perdana secara komersil pada tahun 1911 oleh pengusaha Eropa di Pulau Raja Asahan, Sumatra Utara, hingga kini, Indonesia telah menjelma menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia dengan pangsa pasar mencapai 55%. Pada tahun 2022, tercatat, sektor ini menyumbang devisa ekspor sebesar 600 triliun dan melibatkan sekitar 16 juta pekerja di 160 Kabupaten serta puluhan ribu desa. Diketahui Indonesia merayakan Hari Sawit Nasional pada tanggal 18 November 2024.

Namun, dibalik kesuksesan industri sawit, muncul tuntutan tanggung jawab sosial yang semakin besar. Sejak tahun 2021. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia GAPKI meluncurkan gerakan SIRA (Sawit Indonesia Ramah Anak) untuk memastikan tidak ada pekerja anak terlibat dalam industri ini.

Sumarno Saragih, Ketua GAPKI Bidang Pengembangan SDM Sekaligus Chairman Founder WISPO (Worker Initiatives for Sustainable Palm Oil), menyatakan bahwa gerakan ini bertujuan untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi hak anak- anak, sejalan dengan hukum yang melarang pekerja anak.

Bacaan Lainnya
IMG 20241031 WA0010
Dok. InfoSAWIT/Sejak tahun 2021, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia GAPKI Meluncurkan gerakan SIRA (Sawit Indonesia Ramah Anak) untuk memastikan tidak ada pekerja anak yang terlibat dalam industri ini.

“Praktik Baik yang diterapkan melalui gerakan SIRA mencakup penyediaan tempat pengasuhan anak, paguyuban anak, bus Sekolah, posyandu, pusat kesehatan kebun, dan pembangunan sekolah di kebun.
Modal penting dalam mempersiapkan anak- anak sebagai generasi emas di pedesaan,” kata Sumarjono dalam keterangan resmi yang dikutip temporatur.com dari InfoSAWIT, ditulis hari ini Kamis (31/10/2024).

Untuk memperkuat gerakan ini, GAPKI juga mengadakan Workshop dan seminar bertema Sawit Indonesia Ramah Anak” di 15 Provinsi cabangnya. Salah satu acara pertama diadakan di Papua pada Juni 2024, dengan tema “Papua Emas 2045 Bersama Sawit.” Acara serupa dilaksanakan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada 22- 24 Oktober 2024, dan rencananya akan menyusul provinsi lainnya.

Industri sawit Indonesia tidak hanya berkomitmen untuk mematuhi aturan hukum, tetapi juga berupaya untuk mewujudkan tanggung jawab dan kontribusi nyata dalam agenda nasional Indonesia Emas 2045. Melalui gerakan SIRA, industri sawit diharapkan dapat menjadi kawah generasi emas yang mendukung Indonesia untuk maju dan berkeadilan sosial. Selain itu, diharapkan praktik ramah anak ini dapat ditularkan ke semua komunitas, khususnya di pedesaan, untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. (Pan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *