Belasi – Jabar || Temporatur.com
Keluarga Almarhum Prasodjo yang tinggal di Perumahan Gramapuri Persada mengalami kesedihan yang mendalam dan cerita pilu ketika jenazah almarhum ditolak untuk dikuburkqn oleh pengelola Makam TPU Sukajaya Cibitung pada Rabu (20/12/2023).
Kejadian tersebut sangat menyedihkan bagi keluarga yang tinggal di perumahan Gramapuri Blok F RT 05/07 Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung.
Pihak keluarga merencanakan untuk memakamkan almarhum di TPU Desa Sukajaya, namun mereka dihadapkan pada kesulitan oleh pengelola. Bahkan, pihak pengelola sama sekali tidak mau menemui keluarga yang sedang berduka, dan memberikan alasan yang tidak jelas.
“Andi Nugroho, anggota keluarga yang sedang berduka mengungkapkan pengalaman sedih dan miris tersebut kepada media saat ditemui di rumah duka.
Andi mengungkap lkan bahwa permintaan mereka untuk memakamkan almarhum di TPU Desa Sukajaya dipersulit oleh pengelola, bahkan mereka tidak mau bertemu dengan keluarga yang berduka,” ungkap Andi.
“Ya dipersulit dan terkesan menolak dikuburkan di TPU tersebut, saya sudah bertemu pihak pengelola makam malah ditinggalkan, ucapnya.
Andi juga menyebut bahwa dia sudah berkoordinasi dengan kepala desa sebagai wakil pemerintah setempat. Tapi upaya tersebut tak memberi titik terang dan berakhir dengan jenazah harus dimakamkan di TPU Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat.
“Bahkan kami telah menemui kepala desa untuk meminta izin, tetapi sayangnya tidak ada penyelesaian dan pengelola TPU menolak permintaan kami,” jelasnya.
Kejadian ini seperti pepatah “jatuh tertimpa tangga” yang digambarkan dari segi penderitaan Andi dan keluarganya. Di tengah kepedihan kehilangan anggota keluarga, mereka juga harus berjuang keras mencari tempat pemakaman yang layak. Padahal, mereka adalah warga resmi dengan KTP yang sah dan telah taat dalam membayar pajak.
Andi juga mengindikasikan bahwa motif dibalik penolakan ini mungkin berkaitan dengan perbedaan politik yang terjadi menjelang pesta demokrasi.
“Kami memiliki KTP dan telah membayar pajak. Mengapa kami masih dipersulit? Apakah karena saat ini menjelang pemilu?” tanya Andi. Dia berharap agar pemerintah daerah dan pihak yang berwenang memberikan perhatian khusus terhadap kejadian ini, sehingga tidak terulang pada warga lain.
“Tolong pemerintah daerah atau dinas terkait untuk melakukan evaluasi terhadap kejadian ini agar tidak mengulangnya lagi,” cetusnya.















