Bekasi – Jabar || Temporatur.com
Proyek rehabilitasi SDN Karangbahagia 03 diduga tidak sesuai dengan spesifikasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan. Proyek ini berkaitan dengan peningkatan kelas SDN Karangbahagia 03, yang terletak di kecamatan Karangbahagia, kabupaten Bekasi. Nomor proyek ini adalah PG 02.02/118-SPK-ABT/UPTD BANG WIL 3/DCKTR/2023, dengan tanggal pelaksanaan mulai dari 24 November 2023 hingga 23 Desember 2023.
Rehabilitasi ini mencakup perbaikan ruang kelas yang melibatkan pengeluaran dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023. Nilai kontrak keseluruhan proyek ini sebesar Rp 192.174.829.000 (seratus sembilan puluh dua juta seratus tujuh puluh empat delapan ratus dua puluh sembilan rupiah). Waktu pelaksanaan proyek ini mencakup periode 30 hari kalender.
Pelaksana proyek ini adalah CV Mustika Wijaya Kusumah, yang beralamat di Kp. Gabus Pabrik Rt 02/04, Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Pada Rabu, 20 Desember 2023, awak media mendatangi lokasi proyek dan mendapati bahwa ada dugaan banyak pekerjaan yang tidak dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi RAB. Salahsatu contohnya adalah pemasangan Flapon atap atas yang belum diganti, padahal kondisinya sudah tidak layak dan rentan roboh sewaktu-waktu, dapat membahayakan para murid saat sedang belajar.
Selain itu, bahan material yang digunakan, seperti semen dan cat, tidak memenuhi standar bermerk.
Salah seorang tukang bernama Kasta mengatakan kepada awak media bahwa ia hanya menjalankan perintah dari pelaksana proyek,ujarnya, Rabu (20/12/2023).
Kasta sudah bekerja selama 6 hari sejak hari Jumat, dan ia mendapatkan instruksi dari seseorang bernama Pak Kojan, yang mana Pak Kojan memperoleh perintah dari Pak Tohadi. Tugas Kasta adalah melakukan rehabilitasi pada satu kelas yang harus diperbaiki secara mutlak, termasuk pemasangan keramik di ruangan tersebut. Namun, Kasta menjelaskan bahwa pekerjaan tambal sulam hanya dilakukan pada Flapon atas untuk dua ruangan kelas, sementara dua ruangan kelas lainnya tidak termasuk dalam perbaikan. Selain itu, hanya satu pintu yang diganti, ungkap Kasta.
Kepala Sekolah SDN Karang Bahagia 03, ESIN Spdi, mengharapkan perhatian lebih terhadap kondisi Flapon atas yang rusak dan rapuh. Ia berharap semua bagian yang rusak diperbaiki dengan baik, bukan hanya yang rusak-tepat atau hanya tambalan sembari. Hal ini karena ia khawatir akan ada kejadian ambruk saat para murid sedang belajar, apalagi menjelang musim hujan. ESIN juga berharap agar Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kabupaten Bekasi dapat memantau dan melihat kondisi sekolah SDN Karang Bahagia 03 yang sudah tidak pantas lagi untuk digunakan, di mana kondisi Flapon atas dan kusen-kusennya sudah jebol. Ia sudah sering mengajukan permohonan perbaikan, namun hanya mendapatkan rehabilitasi ringan yang hanya sebatas tambalan pada Flapon dan pemasangan keramik pada satu kelas, sedangkan sisanya masih menggunakan keramik lama, cetus Kepsek Esin.
Penulis: Asun Nirwanto













