
Bekasi – Jabar || Temporatur.com
Pasca video viral di medsos dan pemberitaan media online,seorang TKW (Tenaga Kerja Wanita) Indonesia yang merintih, menangis, dan memohon bantuan kepada Presiden Jokowi telah menarik perhatian publik.
Respons pemerintah Indonesia tidak berlangsung lama dan memberikan dampak positif bagi TKW tersebut.
Aas binti Sajam, TKW asal Cabangbungin Kabupaten Bekasi,yang saat ini bekeja di Arab Saudi dapat bernafas lega karena akan segera pulang ke tanah air. Hal ini diungkapkan oleh Munawar Fuad, kuasa hukum yang ditunjuk oleh keluarga Aas, dalam keterangannya kepada media pada Minggu, 06/08/2023.
Melalui panggilan video jarak jauh, Aas menyampaikan kebahagiannya kepada Munawar Fuad karena ia akan dipulangkan ke Indonesia. Saat ini, Aas berada di kantor perwakilan Alwatoniyah Alwalid, akan diberangkatkan ke Riyadh dan menunggu jadwal pemulangan ke Indonesia Jumat depan.
“Terima kasih atas bantuannya pak, dan saya akan dipulangkan, saat ini saya sudah berada di kantor pwrwakilan Alwatoniyah Alwalid, ujar Aas saat berbicara dengan Advokat Munawar Fuad melalui panggilan video. (06/08/2023)
Munawar Fuad juga berbicara dengan salah satu pihak perwakilan agen Alwatoniyah Alwalid untuk memastikan kepulangan AAS.
Lanjut Munawar Fuad menjelaskan, bahwa kabar pemulangan ini didapatkan berkat responsifnya pemerintah kabupaten Bekasi dan pihak-pihak terkait.
“Kami sangat bersyukur dengan kabar baik ini. Mpo Aas, warga Cabangbungin Bekasi yang telah mengalami berbagai kesulitan dan cobaan sebagai TKI di Arab Saudi, akhirnya berhasil diselamatkan dan akan kembali ke tanah air pada hari Jumat pekan ini. Baru saja, Mpok Aas berbicara langsung dengan saya dari Arab Saudi, dan saya dapat memastikan bahwa kondisinya baik dan sehat.
“Selain itu, kami juga memastikan bahwa kepulangannya akan berjalan lancar tanpa ada pungutan atau ancaman dari pihak mana pun. Upaya intensif, diplomasi, dan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, terutama melalui Kepala BP2MI, Bapak Benny Ramdan, yang sangat responsif, Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Divisi Kepolisian Mabes POLRI di bawah pimpinan Irjen Pol Victor Sihombing, serta KBRI di Arab Saudi yang dipimpin oleh KH Azis dan timnya, telah berkontribusi dalam menyelamatkan Mpo Aas.
“Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Pj Bupati Bekasi, Disnaker, serta Kyai Mukti dan kedua orang tua dari Aas atas kerja sama yang baik,” jelas Munawar Fuad.
“Sebagai kuasa hukum dan perwakilan keluarga Aas, kami mengucapkan terima kasih atas doa dan kerja sama yang diberikan. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar setiap warga negara dapat memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang pantas di daerahnya sendiri.
“Perlu adanya regulasi dan eksekusi yang lebih progresif dan responsif dari pemangku kebijakan dalam memberikan perlindungan kepada warga negara,” tutupnya. (SS)













