Tradisi Munggahan di Dunia Menjelang Bulan Ramadhan

Tradisi Munggahan di Dunia Menjelang Bulan Ramadhan

 

Islam pertama lahir dan berkembang di kota suci Mekkah dan Madinah, kemudian terus berkembang di berbagai penjuru dunia setelah masa Kekhalifahan . Islam terus berkembang melalui Kerajaan Bani Umayyah, Bani Abbasiyah, fatimiyah, Turki Usmani dan seterusnya.

Ketika Islam semakin berkembang maka bersentuhanlah ajaran Islam dengan peradaban dunia lainnya yang telah dikuasai oleh Pemerintahan Islam,termasuk di Indonesia

Tulisan artikel ini akan menyoroti Islam dengan berbagai corak dalam mengamalkan ajaran-ajarannya yang disesuaikan dengan kebiasaan tradisi budaya lingkungan negara tempat tinggalnya.

Salah salah satu yang soroti dalam tulisan artikel Ustad Kampung adalah mengenai cara penyambutan Ramadan.

“Perlu diketahui bahwa perbedaan-perbedaan di dalam praktek ajaran Islam adalah hanya pada masalah cabang bukan pada masalah pokok.

Bacaan Lainnya

Tradisi munggahan berlaku di Jawa Barat, munggahan berakar kata dari kata sunda yaitu unggah yang artinya naik dari satu sisi ke sisi yang lebih tinggi.

Dalam bahasa jawa dikenal kata Punggahan, akar kata punggah atau munggah, artinya naik.

Di wilayah Jawa Barat, Jabodetabek dan Banten istilah munggahan tidaklah asing, bahkan istilah ini sudah menasional dipahami. Yang dimaksud munggahan dalam tulisan ini adalah penyambutan bulan suci Ramadan yang dilakukan oleh kaum Muslimin di Jawa Barat. Fenomena tradisi yang cukup menggelitik Ustad Kampung dalam memahami secara lebih jauh karena tidak dilakukan di daerah dan negara lainnya.

Umat Islam Indonesia sangat beragam dalam adat istiadat dan budayanya. Istilah munggahan tidak bisa lepas dari perilaku beragama Islam Jawa Barat, Jabodetabek dan Banten.

Berbeda istilah aktifitas munggahan ini di daerah lainnya yg ada di Indonesia

Lalu inikah yang disebut sebagai salah satu fakta pendukung istilah Islam nusantara ?

Dalam menyebarkan agama Islam para pendahulu di Pulau Jawa, yaitu Wali Songo, tidaklah langsung mengenalkan Islam dengan bahasa aslinya yaitu bahasa Arab, tetapi mereka memasukkan ajaran-ajaran itu melalui kebiasaan, adat istiadat dan budaya yang sudah ada.

Mereka tidak melawan arus, mereka menyesuaikan terlebih dahulu dengan kondisi di pulau Jawa, namun intisari ajaran tersebut tetap murni. Sesuai pepatah “ikannya berhasil ditangkap, airnya tetap bening”.

Salah satu ajaran Islam yang harus dilakukan yaitu berpuasa satu bulan penuh di bulan Ramadan. Puasa ini merupakan kesempatan emas bagi umat Islam untuk membakar dosa yang mungkin telah dilakukan selama 11 bulan belakangan.

Berpuasa di bulan Ramadhan diyakini dapat keningkatkan dan meningkatkan iman dan Taqwa dan karena itulah umat Islam sangat menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan.

Adapun Cara mempraktekan puasa terdapat contoh yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw dan dijumpai dalam beberapa hadis secara terinci

Umat Islam berlomba-lomba dalam mempersiapkan diri menghadapi bulan Ramadan, baik secara fisik maupun secara mental.

Untuk mempersiapkan diri memasuki Ramadhan seorang muslim menyiapkan dirinya dengan beberapa cara supaya dalam melaksanakan ibadah Ramadhan lebih Afdhol lagi, yakni tidak hanya mendapatkan lapar dan haus tetapi mendapatkan intisari dari puasa Ramadan itu sendiri yaitu dalam rangka menjadi orang yang bertaqwa sesuai dengan Alquran surat Al-baqarah, 183.

Praktek munggahan di Jawa Barat

Ada beberapa cara dalam praktek munggahan yang dilakukan dalam menghadapi masuknya awal Ramadan di Jawa Barat, Jabodetabek dan Banten, antara lain :

1. Berkunjung ke rumah sahabat saudara orang tua dan keluarga. Mereka berkumpul di suatu tempat menyediakan makan minum (bothram) dan diadakannya tausiah sebelum menyantap hidangan. Hal ini dilakukan terkadang di tempat rekreasi alam.

2. Berziarah ke makam orang tua, leluhur dan gurunya dengan membersihkan, memperbaiki dan mendoakannya terhadap ahli kubur, semoga diampuni segala kesalahannya dan diterima amal baiknya. Membaca doa dengan pembacaan Fatihah, dzikir dan surat Yasin agar pahalanya disampaikan kepada para ahli kubur.

3. Melakukan gerakan kebersihan tempat ibadah, Mushola, Majelis Taklim, Masjid untuk nantinya lebih khusyuk dalam salat lima waktu dan Tarawih di bulan Ramadan.

4. Membersihkan rumah dan lingkungannya karena akan kedatangan tamu agung, yaitu bulan Ramadan.

5. Berkeramas di sore hari, sehari sebelum masuk bulan Ramadan untuk besoknya memasuki bulan Ramadan dalam keadaan bersih secara fisik.

6. Memperbanyak sedekah kepada yang kurang beruntung berupa uang munggah

Pertanyaannya Apakah hal tersebut ada dalam ajaran islam atau tidak ?

Tentunya bilamana dilaksanakan dengan ikhlas maka akan berbuah pahala dari sisi Allah Swt

Pelaksanan Munggahan di Beberapa Daerah di Indonesia

Munggahan di Daerah lainnya :

1. Meugang.

Masyarakat Aceh biasa menyambut bulan Ramadan dengan memasak daging dalam jumlah besar. Tradisi ini bernama Meugang.

2. Balimau.

Masyarakat Minangkabau memiliki tradisi unik dalam menyambut bulan suci Ramadan, yaitu melakukan pemandian dengan jeruk nipis di kawasan yang dialiri oleh sungai ataupun memiliki tempat pemandian.

3. Apeman

Tradisi Apeman rutin dilaksanakan tiap tahunnya oleh masyarakat Yogyakarta menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

4. Padusan

Tradisi padusan merupakan tradisi mandi di mata air untuk membersihkan diri menyambut kedatangan bulan Ramadan. Tradisi yang dilakukan masyarakat Boyolali, Jawa Tengah, ini sudah dilakukan sejak zaman Wali Songo.

5. Megengan

Tradisi Megengan dilakukan oleh masyarakat Jawa Timur dalam menyambut datangnya bulan Ramadan.
Nama Megengan memiliki arti menahan

6. Ziarah Kubro

Tradisi Ziarah Kubro sudah menjadi agenda tahunan bagi masyarakat Muslim Palembang yang tinggal di sepanjang Sungai Musi, khususnya bagi komunitas Arab di sekitarnya.

Pelaksanan munggahan dibeberapa negara lainnya

Munggahan di Negara berpenduduk Islam lainnya di Dunia :

1. Halloween ala Islam di Uni Emirat Arab. Mereka berpakaian adat dan saling mengunjungi rumah dengan menukar makanan

2. India, buka Puasa Piknik di Delhi. Mereka berbuka puasa bersama di jalanan atau di teras mesjid dihadiri oleh umat lain.

3. Roadha Mas di Maladewa. Mereka menyambut Ramadan dengan puisi sesuai khasnya dan menyediakan makanan yg beragam

4. Festival malam hari di Aljazair. Dilakukan sampe subuh, sangat meriah untuk menjaga kerukunan umat.

5. Permainan drum di kala subuh di Turki.

6.Kebiasaan mengecat rumah di Moroko.

Menyambut kedatangan Ramadan dgn mengecat rumah masing-masing.

7. Al Siniya di sebagian Irak yaitu permainan setelah buka puasa.

8. Kebiasaan puasa terakhir di Pakistan dengan  membeli gelang dan mengecat tangan warna warna H-2 lebaran.

9. Fanous dari Kairo menghias jalan dan pohon

Wallahu ‘alam bimurodih.

Edisi Munggahan menyambut Bulan Suci Ramadhan.

Artikel : Ustad Kampung

Dr.H.Encep. S .Jaya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *