Jerman Memberi Izin Pengiriman Tank Leopard untuk Tentara Ukraina, Perang Semakin Berjalan Lama

Jerman Memberi Izin Pengiriman Tank Leopard untuk Tentara Ukraina, Perang Semakin Berjalan Lama

 

Temporatur.com

Pemerintah Jerman akhirnya menyetujui pasokan Tank tempur utama Leopard 2 ke Ukraina, Baik Jerman maupun negara Eropa lainnya berencana mengirimkan sistem senjata berat ke Kiev.

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengungkapkan pada Rabu (25/1), “Keputusan ini mengikuti kebijakan kami dalam mendukung Ukraina dengan kemampuan terbaik kami. Kami bertindak dengan koordinasi yang erat secara internasional, ungkapnya.

Pemerintah Jerman akan mengirim 14 Tank Leopard 2A6 dari stoknya sendiri, langkah tersebut membuka pintu bagi negara-negara seperti Polandia untuk memasok kendaraan lapis baja buatan Jerman ke Ukraina.

Sebelumnya Jerman masih mempertimbangkan
untuk segera mengizinkan pengiriman setelah negara lain mengumumkan niat mereka untuk memasok Kiev dengan tank Leopard membuatnya mendapat kritik internasional.

Bacaan Lainnya
Poto Istimewa
Poto Istimewa

Polandia mengancam akan membentuk “koalisi yang lebih kecil” untuk calon donor Tank dan mengisyaratkan bahwa mereka akan melakukan “hal yang benar” terlepas dari posisi Berlin.

Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius telah mempertimbangkan keputusan segera pada hari Selasa selama konferensi pers bersama dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg.

 

:Karena didasari keengganan melihat Tank Jerman di medan perang di Ukraina, kecuali jika AS membuka jalan terlebih dahulu dengan setuju untuk memasok Tank jenis Abrams sendiri, perwakilan NATO dalam.konferesi persnya.

Sementara Pentagon mengklaim, Tank-Tank nya terlalu mahal dan rumit untuk dioperasikan di Ukraina.

Meski demikian, laporan CNN menyebutkan pada hari Selasa bahwa pemerintahan Biden akan mengesampingkan keberatan tersebut dan mengirim “sejumlah besar” mesin perang buatan AS ke Ukraina.

Di lain pihak, Rusia telah memperingatkan bahwa dengan memasok sistem senjata yang lebih berat ke Ukraina, negara-negara Barat hanya memperpanjang konflik dan mempertaruhkan eskalasinya.

“Jika keputusan dibuat untuk mentransfer M1 Abrams ke Kiev, tanpa keraguan akan dihancurkan, seperti semua peralatan militer NATO lainnya, tegas Duta Besar Rusia untuk AS Anatoly Antonov.

Sumber: RT
Editor: SS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *