KABUPATEN BEKASI – Temporatur.com Pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Bekasi Ade Koswara Kunang, wajah birokrasi Pemerintah Kabupaten Bekasi mendadak tertutup. Alih-alih memberikan ketenangan publik, sejumlah pejabat strategis justru terkesan “menghilang” dari ruang komunikasi. SelanjutnyaTransparansi Dana Desa Teladas Kecamatan Rawas Ulu Dipertanyakan, Sejumlah Item Anggaran 2024-2025 Terindikasi JanggalSorotan tajam kini mengarah pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan). Sebagai dinas yang mengelola anggaran vital, Kepala Dinas Perkimtan dilaporkan tidak aktif ponselnya selama beberapa hari terakhir. Sikap ini dinilai mencederai prinsip keterbukaan informasi publik di tengah krisis kepercayaan yang melanda Bekasi. SelanjutnyaDistributor Beras Super Kerinci Merk Nur Beri Klarifikasi, Patuhi Arahan Disperindag MeranginUpaya media mencari kejelasan melalui level di bawahnya pun membentur dinding tebal. Kabid Perkimtan, Toni Dartoni dan Nurwahi, memilih bungkam seribu bahasa saat dikonfirmasi. Keduanya tidak memberikan respons substansi mengenai kondisi komunikasi pimpinan mereka maupun kelanjutan program kerja dinas pasca penangkapan […]










