Temporatur.com Kondisi Sungai Sekadau di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, kini berada pada titik yang sangat mengkhawatirkan. Aktivitas tambang emas tanpa izin (PETI) yang marak di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas, terutama di wilayah Kecamatan Sekadau Hilir dan Desa Mungguk, menimbulkan dampak serius terhadap ekosistem dan kehidupan masyarakat sekitar. SelanjutnyaWarga Desa Sukabumi Apresiasi Pembangunan Drainase 380 Meter dari Pemkab LahatFenomena ikan mati massal dan rusaknya keramba ikan milik warga menjadi bukti nyata bahwa pencemaran akibat tambang ilegal tersebut telah mencapai level kritis. Air sungai yang dulunya jernih kini berubah keruh, berbau logam, dan tidak lagi layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Warga pun menjerit karena sumber penghidupan utama mereka hilang. Sejumlah petani keramba mengaku merugi hingga puluhan juta rupiah akibat kematian ikan yang tiba-tiba dan meluas dalam sepekan terakhir. SelanjutnyaMaju Dua Periode, Petahana Sarim Belut Resmi Daftar Pilkades Karang Satu Diiringi Ribuan SimpatisanPengamat Kebijakan Publik Dr. Herman Hofi Munawar menilai persoalan […]











