Perekonomian Indonesia menghadapi risiko sistemik jika pemerintah tak segera mengatasi masalah struktural. Kebergantungan pada impor murah dari Tiongkok mematikan industri dalam negeri, sementara praktik pajak siluman membebani dunia usaha. Hal ini disampaikan pengamat ekonomi STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, dan pengamat hukum dan pembangunan, Hardjuno Wiwoho. Selasa (15/7/2025) di Jakarta.
Perekonomian Indonesia menghadapi risiko sistemik jika pemerintah tak segera mengatasi masalah struktural. Kebergantungan pada impor murah dari Tiongkok mematikan industri dalam negeri, sementara praktik pajak siluman membebani dunia usaha. Hal ini disampaikan pengamat ekonomi STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, dan pengamat hukum dan pembangunan, Hardjuno Wiwoho. Selasa (15/7/2025) di Jakarta.









