Sejarah, – Temporatur.com || Meninggalkan seragam Inggris demi sebuah keyakinan iman, Miahan Khan memilih Indonesia sebagai tanah air keduanya. Dari memanggul senjata di belantara Bogor hingga membangun jalan di Malasari, ia adalah “Mihang” yang tak mau pulang. Di penghujung tahun 1945, udara Jakarta dan Bogor terasa pengap oleh bau mesiu dan ketegangan yang memuncak. Di antara deru truk militer Inggris-NICA, seorang pemuda bertubuh tegap asal Rawalpindi, India, berdiri di garis depan sebagai serdadu Batalyon 68 Watermantel, Divisi ke-23. Namanya Miahan Khan. Namun, di balik seragam khaki Inggris yang dikenakannya, batin Miahan sedang berkecamuk. SelanjutnyaKPK Sebut Bantahan Gratifikasi Bupati Bekasi ADK Jangan Jadi Dalih Penghindaran HukumSetiap kali fajar menyingsing atau senja tiba, telinganya menangkap pekikan yang akrab di rungu: “Allahu Akbar! Allahu Akbar!” dari para pejuang kemerdekaan yang menyerang posnya. Bagi Miahan, seorang Muslim yang taat, teriakan itu bukan sekadar takbir perang, melainkan pengingat bahwa orang-orang yang ia hadapi di balik […]
Sejarah, – Temporatur.com || Meninggalkan seragam Inggris demi sebuah keyakinan iman, Miahan Khan memilih Indonesia sebagai tanah air keduanya. Dari memanggul senjata di belantara Bogor hingga membangun jalan di Malasari, ia adalah “Mihang” yang tak mau pulang. Di penghujung tahun 1945, udara Jakarta dan Bogor terasa pengap oleh bau mesiu dan ketegangan yang memuncak. Di antara deru truk militer Inggris-NICA, seorang pemuda bertubuh tegap asal Rawalpindi, India, berdiri di garis depan sebagai serdadu Batalyon 68 Watermantel, Divisi ke-23. Namanya Miahan Khan. Namun, di balik seragam khaki Inggris yang dikenakannya, batin Miahan sedang berkecamuk. SelanjutnyaKPK Sebut Bantahan Gratifikasi Bupati Bekasi ADK Jangan Jadi Dalih Penghindaran HukumSetiap kali fajar menyingsing atau senja tiba, telinganya menangkap pekikan yang akrab di rungu: “Allahu Akbar! Allahu Akbar!” dari para pejuang kemerdekaan yang menyerang posnya. Bagi Miahan, seorang Muslim yang taat, teriakan itu bukan sekadar takbir perang, melainkan pengingat bahwa orang-orang yang ia hadapi di balik […]










