Temporatur.com||OPINI-Ada teman yang paling rajin muncul saat kita lagi di atas. Tawanya paling kencang dan tepuk tanganya paling keras, story-nya paling banyak. Tapi begitu kita terpuruk, notifikasi dari mereka hilang. Ternyata dia bukan teman, dia hanyalah penonton. Penonton yang cuma bayar tiket untuk hiburan, bukan untuk nemenin kita bangkit lagi. Mereka datang membawa sorak, pergi membawa sepi, di saat pesta kita akan di rajakan, di saat luka kita akan ditinggal sendirian, tapi kita harus berterimakasih pada mereka, karena kita dapat pelajaran dari mereka, Bahwa tidak semua yang ketawa bareng, pantas disebut saudara. SelanjutnyaFestival Al-A’zhom Kota Tangerang, Menarik dan Megah, Tapi Untuk Siapa?Teman di waktu kita senang itu bagaikan payung kertas. Sangat Indah, penuh warna, serta bikin foto sangat bagus. Tapi waktu hujan deras datang, mereka yang pertama sobek dan bocor. Nggak bisa diandalkan lagi, tapi sayangnya kita baru menyadari setelah basah kuyup. Mending satu atau dua orang yang ada disaat […]










