Staf Ahli Panglima TNI Lakukan Kunker pengumpulan data Komsis di Prov.Aceh
Sejarah, – Temporatur.com || Musuh terberat dari idealisme bukanlah tiran yang kejam, melainkan godaan kenyamanan. Sejarah Indonesia mencatat satu nama yang membuktikan betapa rapuhnya integritas manusia ketika disodorkan kekuasaan: Soe Hok Gie. Ia adalah potret seorang intelektual yang kawan-kawannya dulu berdarah-darah meneriakkan keadilan di jalanan, namun mendadak buta dan tuli ketika sudah duduk di kursi empuk berfasilitas negara. Di tengah parade kemunafikan itu, Gie secara sadar memilih jalan yang paling menakutkan bagi kebanyakan orang: Jalan Sunyi. Ini adalah kisah tentang harga mahal sebuah prinsip, yang dibayar tuntas dengan nyawa di pelukan Mahameru. Bibit Pemberontak dari Bangku Sekolah SelanjutnyaHasan Basri Siap Maju, di Pilkades Karangharja 2026–2034, Tuntaskan Pembangunan Lebih BaikLahir pada 17 Desember 1942 di Jakarta, Gie bukanlah anak muda biasa. Tumbuh di keluarga keturunan Tionghoa yang dekat dengan literasi, masa kecil Gie dihabiskan dengan melahap pemikiran Karl Marx, Mahatma Gandhi, hingga Pramoedya Ananta Toer. Dari sanalah, pemahaman tentang hak asasi […]
Berita Terbaru
Kategori: Nusantara
Warga Masyarakat Desa Pelantaran Minta Perlindungan Hukum ke Mabes Polri
Jakarta || Temporatur.com SelanjutnyaKPK Buka Peluang Tetapkan Tersangka Baru di Kasus Suap Proyek Bekasi?Masyarakat Desa Pelantaran mengadukan Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Sarpani ke Propam Mabes Polri. AKBP Sarpani dituding tidak netral dalam menyelesaikan perselisihan sengketa lahan yang terjadi di Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Kotim, pasca penyerangan yang dilakukan ratusan massa diduga massa bayaran kelompok Acen alias Hok Kim di kebun milik Alpin Lawrence. “Kita meminta agar Kapolres Kotim tidak ikut campur, dalam artian bersikap netral dalam permasalahan ini. Karena kita, kan sama posisinya di mata hukum,” ucap pengacara Ornela Monty, kuasa hukum masyarakat Desa Pelantaran, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Minggu (26/2/2023). Bersama Zainal Abidin rekannya, Ornela melaporkan Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Sarpani ke Propam Mabes Polri pada Senin (20/2/2023) lalu untuk mencari keadilan dan perlindungan hukum atas persoalan yang dialami masyarakat Desa Pelantaran, Kabupaten Kotawaringin Timur Ornela menyebut permasalahan yang sedang ditanganinya masih berproses secara hukum […]






















