Ngobrol Santai Bareng Bersama Sahadi – Alexander Edmond Calon Bupati dan Wakil Bupati Kutai Barat
TAPUT – Temporatur.com |Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., menyambut kunjungan kerja Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, di Pelabuhan Muara, Kecamatan Muara, Kamis (16/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati memaparkan sejumlah potensi strategis pariwisata daerah, termasuk rencana penyelenggaraan ajang “Open Water Swimming Muara–Sibandang” dengan jarak tempuh 1,2 kilometer yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. Kegiatan ini diharapkan menjadi daya tarik baru dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis olahraga di kawasan Danau Toba. SelanjutnyaPilkades BanjarSari 2026. Sosok Sanan Mencuat Untuk Perubahan Warga SetempatSelain itu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara juga menyampaikan undangan secara lisan kepada Menteri Pariwisata untuk meninjau kawasan wisata rohani Salib Kasih di Kecamatan Siatas Barita, yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan daerah. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda kerja Menteri Pariwisata di kawasan Danau Toba sebagai destinasi super prioritas nasional. Agenda ini bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pengembangan industri pariwisata […]
Berita Terbaru
Kategori: Daerah
Kecewa dengan Kepemimpinan, Belasan Kader PPP Bekasi Alihkan Dukungan ke Tri Adhianto
Kecewa dengan Kepemimpinan, Belasan Kader PPP Bekasi Alihkan Dukungan ke Tri Adhianto Bekasi – Temporatur.com SelanjutnyaKPK Sebut Bantahan Gratifikasi Bupati Bekasi ADK Jangan Jadi Dalih Penghindaran HukumRasa kecewa mendalam terhadap Ketua DPC PPP Kota Bekasi, Sholihin, membuat belasan kader dan pengurus partai mengambil langkah tegas. Pada Senin malam, 11 November 2024, mereka mencopot atribut partai sebagai tanda protes. Langkah ini juga menjadi sinyal perubahan arah dukungan mereka kepada pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto-Harris Bobihoe. Para kader ini merasa tidak diperhatikan dan dibiarkan begitu saja oleh Ketua DPC, meskipun telah berjuang bagi partai. Ida Laniari, mantan caleg PPP dan pengurus harian DPC PPP Kota Bekasi, menegaskan bahwa tindakan mencopot atribut ini adalah ekspresi kekecewaan yang sangat mendalam. SelanjutnyaEkosistem Media Sehat atau ‘Kebun’ Sendiri? Pengamat Kritik Tata Kelola Publikasi Diskominfo Depok“Melepas atribut partai ini kami lakukan karena kekecewaan mendalam. Janji-janji yang dijanjikan kepada kami tidak pernah […]
























