Opini

Bansos Salah Sasaran: Kegagalan Sistemik atau Ketidakadilan Struktural?

Temuan mengejutkan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan PPATK terkait penyaluran bantuan sosial bansos yang salah sasaran harus menjadi tamparan keras bagi kita semua. Ribuan pegawai BUMN, dokter, dan manajer yang tercatat sebagai penerima bansos, seperti yang diungkapkan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, bukanlah sekadar kesalahan administratif. Ini adalah indikasi kuat dari kegagalan sistemik dan bahkan, kecenderungan ketidakadilan struktural yang sudah terlalu lama dibiarkan.

Ekonomi & Bisnis

KAI Divre IV Tanjungkarang dan DAMRI Jalin Kerja Sama untuk Transportasi Dinas

Jakarta – Temporatur.com, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Perum DAMRI Cabang Lampung dalam rangka penyediaan layanan transportasi perjalanan dinas bagi karyawan KAI Divre IV. Kerja sama ini merupakan bentuk sinergi antar BUMN untuk mendukung efisiensi operasional dan pelayanan internal yang lebih baik. Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Plt. Executive Vice President Divre IV Tanjungkarang Mohamad Ramdany dan General Manager Perum DAMRI Cabang Lampung Resta Mahardika di Kantor Divre IV Tanjungkarang. Melalui kerja sama ini, DAMRI akan menjadi mitra transportasi resmi dalam menyediakan layanan perjalanan dinas darat bagi pegawai KAI Divre IV Tanjungkarang. Mohamad Ramdany menyampaikan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan tersedianya transportasi yang andal, aman, dan efisien bagi pegawai yang melakukan mobilisasi dinas antardaerah. “Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari upaya mendukung mobilitas pegawai yang lebih terorganisir dan efisien. Dengan memanfaatkan layanan DAMRI, kami dapat memberikan […]

Nasional, Berita

Mengejutkan !!Penerima Bansos Salah Sasaran Puluhan Ribu Pegawai BUMN, Ribuan  Berstatus Dokter dan  Manager

Penerima bansos yang tidak tepat sasaran menjadi perhatian serius pemerintah.Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab ddisapa Gus Ipul mengungkapkan bahwa Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan banyak penerima bansos dengan status pekerjaan tidak wajar. Contohnya, ada 27.932 orang yang mengaku sebagai pegawai BUMN, 7.479 dokter, dan lebih dari 6.000 orang berprofesi sebagai eksekutif atau manajerial.

Tidak Ada Pos Lagi.

Tidak ada laman yang di load.