Kementerian Pertanian Siapkan Langkah Pembenahan Sektor Pertanian di Bekasi, Wamentan Segera Turun ke Lapangan
- account_circle Suryo
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak

Keterangan foto : Wakil Menteri Pertanian RI, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Saleh Mustafa, bersama Munawar Fuad Noeh, Sekretaris Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI, dan H. Sardi di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kementerian Pertanian Siapkan Langkah Pembenahan Sektor Pertanian di Bekasi, Wamentan Segera Turun ke Lapangan
JAKARTA — TEMPORATUR.COM
Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) bersiap turun langsung ke Kabupaten Bekasi untuk mendorong pembenahan sektor pertanian sekaligus memperkuat program ketahanan pangan nasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung agenda swasembada dan kedaulatan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Rencana tersebut mengemuka dalam pertemuan Wakil Menteri Pertanian RI, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Saleh Mustafa, bersama Munawar Fuad Noeh, Sekretaris Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI, dan H. Sardi di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Pertemuan tersebut secara khusus membahas kondisi pertanian di Kabupaten Bekasi yang menghadapi tekanan akibat pesatnya perkembangan kawasan industri dan properti. Penyusutan lahan pertanian dinilai menjadi salah satu tantangan serius bagi keberlangsungan usaha petani, keseimbangan lingkungan, serta ketahanan pangan daerah.
Dalam dialog tersebut, Munawar Fuad Noeh dan H. Sardi menyampaikan sejumlah pandangan, pengalaman, serta gagasan mengenai upaya menyelamatkan keberdayaan petani dan mempertahankan kawasan pertanian produktif di tengah perkembangan industri Kabupaten Bekasi.
Wakil Menteri Pertanian Saleh Mustafa menyimak berbagai masukan tersebut. Bahkan, menurut keterangan yang disampaikan pihak pengundang, sejumlah persiapan awal mulai dibahas untuk ditindaklanjuti melalui langkah konkret di Kabupaten Bekasi.
Fokus pembahasan meliputi transformasi tata kelola pertanian, peningkatan kesejahteraan petani, pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pertanian, serta penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan.
Munawar Fuad Noeh bersama H. Sardi juga mengundang Wakil Menteri Pertanian beserta jajaran pemangku kepentingan terkait untuk menghadiri kegiatan tasyakur panen raya yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 22 November 2026, di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi.
H. Sardi, yang selama ini aktif dalam kegiatan pengembangan pertanian, menyampaikan bahwa Bupati Bekasi memberikan perhatian dan dukungan terhadap upaya pemulihan sektor pertanian serta penguatan swasembada pangan di daerah.
“Alhamdulillah, Bupati Bekasi sangat atensi dan mendukung program serta upaya memulihkan swasembada pangan di Bekasi,” ujar H. Sardi.
Sementara itu, Munawar Fuad Noeh menegaskan bahwa keterlibatan langsung pemerintah pusat diharapkan menjadi momentum untuk memperbaiki berbagai persoalan mendasar sektor pertanian di Kabupaten Bekasi.
“Dalam waktu dekat, kita mendapat arahan bahwa Kementerian Pertanian bersama pemangku kepentingan dari pusat yang terkait akan terjun langsung dan ikut membenahi tata kelola pertanian di Bekasi,” kata Fuad.
Putra daerah Bekasi tersebut berharap Bupati Bekasi beserta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), pemangku kepentingan, dan para pelaku industri pertanian dapat membangun kolaborasi dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, penguatan sektor pertanian tidak cukup hanya dengan mempertahankan lahan produktif, tetapi juga harus diikuti pembangunan infrastruktur pertanian, peningkatan pendapatan petani, serta pemenuhan kebutuhan produksi.
“Saya berharap Bupati dan jajaran terkait, termasuk para penggiat industri pertanian, dapat berkolaborasi dan bersinergi menggunakan momentum perubahan besar dari program Presiden Prabowo untuk menegakkan kedaulatan pangan. Petani harus sejahtera, infrastruktur harus dilengkapi, pendapatan meningkat, dan kebutuhan petani terpenuhi,” paparnya.
Rencana keterlibatan Kementerian Pertanian di Kabupaten Bekasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat posisi daerah sebagai salah satu penyangga pangan di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan industri.
Tantangan berikutnya adalah memastikan koordinasi lintas sektor dapat diwujudkan dalam program nyata, terutama terkait perlindungan lahan pertanian, peningkatan produktivitas, pembangunan infrastruktur, dan kesejahteraan petani.
Dengan demikian, pembangunan industri dan pengembangan properti di Kabupaten Bekasi diharapkan dapat berjalan beriringan dengan keberlanjutan sektor pertanian dan kepentingan ketahanan pangan masyarakat.
(SUR)
- Penulis: Suryo
- Editor: Redaksi
- Sumber: https://temporatur.com/


Saat ini belum ada komentar