Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » Moh.Ikhwan Syahtaria Tekankan Integritas Moral Kepemimpinan dan Etika dalam Berkomunikasi saat Pembinaan Paskibraka Kota Bekasi

Moh.Ikhwan Syahtaria Tekankan Integritas Moral Kepemimpinan dan Etika dalam Berkomunikasi saat Pembinaan Paskibraka Kota Bekasi

  • account_circle Suryo
  • calendar_month 3 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Moh. Ikhwan Syahtaria Tekankan Integritas Moral Kepemimpinan dan Etika dalam Berkomunikasi saat Pembinaan Paskibraka Kota Bekasi

BEKASI -TEMPORATUR.COM

Persoalan fundamental yang dihadapi Kota Bekasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyangkut integritas moral kepemimpinan serta kemampuan masyarakat dalam menghadapi perubahan sosial yang semakin dinamis dan kompleks.
Hal tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam kegiatan Pembinaan kpd Anggota Paskibraka dan Purna Paskibraka Kota Bekasi yang mengangkat tema Kepemimpinan dan Etika Komunikasi, Jumat (30/10/2026).

Materi tersebut disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. H.M. Ikhwan Syahtaria, S.T., S.E., M.M., Laksamana Pertama TNI (Purn), yang juga merupakan dosen Pascasarjana Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI).

Kepemimpinan bukan semata-mata tentang jabatan atau kewenangan, melainkan juga menyangkut keteladanan, dan kemampuan berkomunikasi, serta keberanian mempertanggung-jawabkan setiap keputusan dan tindakan.

Selain sebagai akademisi dan purnawirawan TNI, H.M. Ikhwan Syahtaria juga dikenal sebagai Ketua Umum Alfarasi (Aliansi Forum Aspirasi Rakyat Bekasi) Bekasi Raya.

Melalui kegiatan tersebut, harapannya nilai-nilai kepemimpinan yaitu keteladanan dan etika komunikasi dapat menjadi bekal bagi generasi muda dalam mengantisipasi perkembangan masa depan, menghadapi tantangan perubahan sosial baik di tingkat nasional maupun internasional serta sekaligus bisa berkontribusi positif bagi pembangunan Kota Bekasi.

Integritas, kepekaan sosial, dan budaya berpikir kritis menjadi modal penting agar masyarakat tidak sekadar menjadi penonton perubahan, tetapi mampu mengambil peran menjadi pelaku secara kreatif dan bertanggung jawab.

(SUR)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less