WCCE 2026 Jadi Momentum Tapanuli Utara Dorong Produk Kreatif Lokal ke Pasar Global
- account_circle Suryo Sudharmo
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak

Oplus_16908288
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Taput – Temporatur.com |Potensi ekonomi kreatif Kabupaten Tapanuli Utara menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan untuk memperluas pasar produk lokal hingga tingkat nasional dan global. Upaya tersebut sejalan dengan keikutsertaan Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., dalam The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Konferensi ekonomi kreatif tingkat dunia yang mengusung tema “Inclusively Creative: Collective Continuity” tersebut menjadi forum untuk mencermati perkembangan ekonomi kreatif global, menggali peluang inovasi, serta membuka ruang kolaborasi lintas negara dalam mendukung pengembangan pelaku usaha kreatif di daerah.
Pembukaan WCCE 2026 turut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.
Di sela-sela kegiatan, Deni menyampaikan bahwa Tapanuli Utara memiliki potensi ekonomi kreatif yang beragam, didukung kekayaan budaya Batak, kreativitas masyarakat, serta sumber daya lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
Sejumlah potensi tersebut meliputi kain tenun ulos tradisional, produk olahan kopi, kuliner khas daerah, kerajinan tangan, seni musik dan pertunjukan Batak, hingga berbagai produk kreatif yang berkaitan dengan sektor pariwisata.
“Tapanuli Utara memiliki komoditas dan produk kreatif unggulan yang sangat potensial, mulai dari seni tenun ulos tradisional, olahan kopi, kuliner khas daerah, kerajinan tangan, seni musik dan pertunjukan Batak, hingga berbagai produk kreatif berbasis pariwisata,” ujar Deni.
Menurutnya, kekayaan budaya dan sumber daya lokal perlu didukung inovasi serta modernisasi agar mampu meningkatkan daya saing produk. Pemanfaatan teknologi digital, peningkatan standar mutu, pengemasan produk yang menarik, serta perluasan akses pemasaran menjadi sejumlah langkah penting untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif.
“Potensi besar ini harus terus kita dorong melalui inovasi dan modernisasi. Kita ingin produk-produk UMKM dan pelaku kreatif Tapanuli Utara tidak hanya menjadi tuan rumah di daerah sendiri, tetapi juga mampu menembus rantai pasok nasional hingga pasar global,” katanya.
Pengembangan ekonomi kreatif diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing produk lokal, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan nilai tambah komoditas daerah, serta membuka peluang usaha bagi generasi muda dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sebagai bagian dari rangkaian WCCE 2026, kegiatan ini juga menghadirkan Creativillage, yakni pameran ekonomi kreatif yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di kawasan SCBD, Jakarta.
Pameran tersebut menampilkan beragam karya, inovasi, dan produk unggulan pelaku ekonomi kreatif Indonesia. Selain menjadi sarana promosi, kegiatan ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan kemitraan dan menjajaki pasar yang lebih luas.
Melalui momentum WCCE 2026, potensi ekonomi kreatif Tapanuli Utara diharapkan semakin dikenal dan mampu berkembang menjadi sektor produktif yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.(NH)
- Penulis: Suryo Sudharmo






Saat ini belum ada komentar