Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Jatim » Sambut Hari Santri Nasional 2026, PAC GP Ansor Nonggunong Gelar Sosialisasi Anti Narkoba di Pesantren

Sambut Hari Santri Nasional 2026, PAC GP Ansor Nonggunong Gelar Sosialisasi Anti Narkoba di Pesantren

  • account_circle VANNI HERADIKAH,S.Sos
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMENEP, Temporatur.Com – Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda (PAC GP) Ansor Kecamatan Nonggunong, Kabupaten Sumenep, menggelar sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba berbasis pondok pesantren di Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Desa Sonok, Kecamatan Nonggunong, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Sosialisasi ini menjadi agenda perdana dari program edukasi anti narkoba yang menyasar lingkungan pondok pesantren di Kecamatan Nonggunong.

Melalui kegiatan tersebut, PAC GP Ansor Nonggunong berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kalangan santri dan generasi muda, mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika serta obat-obatan yang berpotensi disalahgunakan.

Kegiatan ini dihadiri Ketua PAC GP Ansor Nonggunong, Sibawi, S.Pd.I, bersama jajaran Satuan Tugas Banser Anti Narkoba (Satgas Banaar) Nonggunong. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan lingkungan pesantren.

Ketua PAC GP Ansor Nonggunong, Sibawi, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan pihak Pondok Pesantren Bustanul Ulum. Ia menilai dukungan dari lembaga pendidikan keagamaan sangat penting dalam memperluas edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba.

“Kami mengucapkan terima kasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan kepada PAC GP Ansor Nonggunong untuk bersilaturahmi dan berdiskusi mengenai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, baik di tengah masyarakat maupun di lingkungan pondok pesantren,” ujarnya.

Menurut Sibawi, ancaman penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang membutuhkan perhatian bersama. Karena itu, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, tokoh agama, keluarga, dan masyarakat perlu mengambil peran dalam membangun kesadaran serta melindungi generasi muda.

Ia juga berharap terjalin sinergi yang berkelanjutan antara GP Ansor dan pihak pesantren untuk memperkuat upaya pencegahan peredaran obat-obatan yang berpotensi disalahgunakan, termasuk pil yang dikenal masyarakat sebagai Pil Aceh dan tramadol.

“Kami berharap ada sinergi yang kuat antara GP Ansor dan pihak pondok pesantren dalam memberikan edukasi serta mendorong upaya pencegahan peredaran obat-obatan yang disalahgunakan di sejumlah wilayah Kecamatan Nonggunong,” katanya.

Sibawi menegaskan, PAC GP Ansor Nonggunong siap berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya kalangan remaja dan generasi muda Nahdliyin, tentang risiko serta dampak buruk penyalahgunaan narkoba.

“Kami ingin bersama-sama mengadakan kegiatan sosialisasi agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar mengenai bahaya narkoba dan obat-obatan yang disalahgunakan,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Satgas Banaar Nonggunong, Mashudi, S.Pd.I, menyambut baik inisiatif PAC GP Ansor Nonggunong dalam mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di wilayah tersebut.

Menurut Mashudi, upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata.

Keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan dan lembaga pendidikan keagamaan, diperlukan untuk memperluas jangkauan edukasi.

“Pondok pesantren siap bekerja sama dengan GP Ansor dalam mengedukasi masyarakat serta mendukung langkah-langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba dan peredaran obat-obatan yang berpotensi disalahgunakan,” ujarnya.

Ia menilai, organisasi kepemudaan berbasis keagamaan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat, terutama dalam membentengi generasi muda dari pengaruh penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang.

“Sinergi antara pondok pesantren dan GP Ansor merupakan langkah positif untuk memperluas edukasi sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.

Mashudi berharap, kolaborasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat dilanjutkan melalui program edukasi secara berkala dan langkah pencegahan yang melibatkan masyarakat.

Kegiatan sosialisasi di Pondok Pesantren Bustanul Ulum ini menjadi langkah awal PAC GP Ansor Nonggunong dalam mengembangkan edukasi anti narkoba berbasis pesantren.

Melalui kerja sama yang berkelanjutan, upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat serta menciptakan lingkungan pendidikan dan kehidupan sosial yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para santri, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat peran pesantren dalam membangun generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan terlindungi dari bahaya narkoba.

  • Penulis: VANNI HERADIKAH,S.Sos
  • Editor: REDAKSI

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less