Ketua DPRD Cimahi Wahyu Widyatmoko Soroti Minimnya Warga Terampil Urus Jenazah
- account_circle Suryo Sudharmo
- calendar_month 26 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TEMPORATUR.COMCIMAHI – Keterbatasan warga yang memiliki keterampilan mengurus jenazah menjadi persoalan sosial yang perlu mendapat perhatian. Kondisi ini dirasakan langsung Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, yang melihat masih banyak warga di lingkungan tempat tinggalnya di Kelurahan Leuwigajah bergantung pada segelintir orang untuk melakukan pemulasaran jenazah.
Pengalaman tersebut disampaikan Wahyu saat menghadiri pelatihan pemulasaran jenazah yang digelar Forum Ormas Cimahi bersama Persikindo, Garda Nasional (GGN), dan Yayasan Baitul Mukhlishin di D’ Kores, Minggu (12/10/2026).
Menurut Wahyu, belum semua warga memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengurus jenazah sesuai tuntunan syariat Islam. Akibatnya, ketika ada warga meninggal dunia, masyarakat kerap kesulitan mencari orang yang bersedia sekaligus mampu melakukan proses pemulasaran dengan benar.
Ia mencontohkan situasi ketika dua warga meninggal dunia dalam waktu bersamaan. Kondisi tersebut dapat menjadi tantangan apabila jumlah orang yang memiliki keterampilan mengurus jenazah masih terbatas.
Ketika ada tetangga yang meninggal dunia, ternyata tidak banyak warga yang mau dan mampu mengurus jenazah. Akhirnya, harus memanggil orang yang itu-itu saja, ungkap Wahyu.
Keterbatasan tenaga terlatih tersebut berpotensi membuat proses pemulasaran harus dilakukan secara bergantian. Akibatnya, keluarga yang sedang berduka bisa menghadapi waktu tunggu lebih lama.
Pemulasaran Jenazah sebagai Bentuk Pengabdian
Wahyu menilai, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengurus jenazah. Dengan semakin banyaknya warga yang terlatih, masyarakat diharapkan tidak terus bergantung pada orang-orang tertentu ketika menghadapi situasi kedukaan.
Ia pun mengapresiasi Forum Ormas dan LSM Kota Cimahi yang secara konsisten menyelenggarakan pelatihan pemulasaran jenazah. Kegiatan yang telah memasuki angkatan kelima itu dinilai sebagai langkah positif untuk meningkatkan kesiapan masyarakat dalam memberikan pelayanan sosial di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, pengurusan jenazah bukan sekadar persoalan teknis, melainkan juga bentuk pengabdian, kepedulian, dan tanggung jawab sosial terhadap sesama.
Karena itu, peserta pelatihan diharapkan tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya ketika dibutuhkan masyarakat. Dengan begitu, semakin banyak relawan yang siap membantu proses pemulasaran jenazah di lingkungan tempat tinggal mereka.
Wahyu juga menilai keterlibatan kaum ibu dalam pelatihan tersebut sebagai langkah penting untuk memperluas ketersediaan tenaga terlatih di tengah masyarakat.
DPRD Dukung Kolaborasi Organisasi Masyarakat
Wahyu menegaskan, DPRD Kota Cimahi mendukung kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan dalam memperkuat berbagai program sosial yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Ia berharap pelatihan pemulasaran jenazah dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak wilayah di Kota Cimahi.
Melalui peningkatan keterampilan, kepedulian, dan semangat gotong royong, masyarakat diharapkan semakin siap membantu sesama, khususnya ketika ada warga yang mengalami kedukaan.
Dengan demikian, kebutuhan tenaga pemulasaran jenazah tidak hanya bertumpu pada segelintir orang, tetapi menjadi tanggung jawab sosial yang dapat dijalankan bersama oleh masyarakat yang memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai.
( Andi S )
- Penulis: Suryo Sudharmo



Saat ini belum ada komentar