Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Berita » 500 Tahun Kabupaten Serang: Menjaga Warisan Sejarah, Menjemput Masa Depan

500 Tahun Kabupaten Serang: Menjaga Warisan Sejarah, Menjemput Masa Depan

  • account_circle Wahyudin
  • calendar_month 3 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

500 Tahun Kabupaten Serang: Menjaga Warisan Sejarah, Menjemput Masa Depan

Oleh: Wahyudin Syafei
Praktisi Media dan Direktur Eksekutif “Banten Barometer”

TEMPORATUR.COM

Lima abad bukanlah perjalanan waktu yang pendek. Ketika Kabupaten Serang memperingati Hari Jadi ke-500 pada 8 Oktober 2026, sesungguhnya yang sedang diperingati bukan hanya bertambahnya usia sebuah daerah, tetapi juga perjalanan panjang sejarah, pemerintahan, kebudayaan, perjuangan, pembangunan dan kehidupan masyarakat yang telah melewati berbagai zaman.

Usia 500 tahun semestinya menjadi momentum untuk bertanya lebih jauh: apa yang telah diwariskan generasi terdahulu, apa yang telah kita bangun hari ini, dan Kabupaten Serang seperti apa yang hendak kita wariskan kepada generasi berikutnya?

Sebab, sebuah daerah tidak menjadi besar hanya karena panjang sejarahnya. Sebuah daerah disebut maju ketika sejarah tersebut mampu menjadi sumber inspirasi untuk membangun masa depan.

Dari Banten Girang menuju Kabupaten Serang

Sejarah Kabupaten Serang tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang Banten. Pemerintah Kabupaten Serang mencatat bahwa wilayah Serang pada mulanya merupakan bagian dari Kerajaan atau Kesultanan Banten yang pusat pemerintahannya berada di kawasan Serang.

Jauh sebelum terbentuknya pemerintahan modern, kawasan Banten Girang telah menjadi salah satu pusat penting kehidupan masyarakat Banten.

Memasuki abad ke-16, terjadi perubahan besar dalam perjalanan sejarah Banten seiring berkembangnya Islam dan lahirnya Kesultanan Banten.

Pemerintah Kabupaten Serang menetapkan 8 Oktober 1526 sebagai Hari Jadi Kabupaten Serang berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tingkat II Serang Nomor 17 Tahun 1985. Tanggal tersebut dikaitkan dengan penobatan Pangeran Sabakingkin atau Maulana Hasanuddin pada 1 Muharam 933 Hijriah, yang bertepatan dengan 8 Oktober 1526 Masehi, serta berdirinya Keraton Surosowan sebagai pusat pemerintahan.

Kajian sejarah yang diterbitkan dalam jurnal Patanjala juga mencatat bahwa momentum tersebut kemudian dijadikan landasan penetapan Hari Jadi Kabupaten Serang.

Dengan demikian, usia 500 tahun Kabupaten Serang pada 2026 bukan sekadar angka simbolik. Ia memiliki akar sejarah yang panjang dan berkaitan erat dengan perjalanan Kesultanan Banten.

Serang dan kejayaan Kesultanan Banten

Pada masa Kesultanan Banten, kawasan ini memiliki posisi penting dalam pemerintahan, perdagangan dan perkembangan Islam.
Kesultanan Banten kemudian berkembang menjadi salah satu kekuatan ekonomi dan politik penting di kawasan barat Pulau Jawa.

Pada masa Sultan Ageng Tirtayasa, Banten dikenal sebagai pusat perdagangan dan pelabuhan internasional. Pemerintah Provinsi Banten juga mencatat berbagai peninggalan sejarah seperti Keraton Surosowan, Masjid Agung Banten dan artefak kepurbakalaan sebagai bukti kejayaan masa lalu.

Keraton Surosowan sendiri merupakan salah satu simbol penting sejarah Banten. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan mencatat bahwa keraton tersebut merupakan pusat pemerintahan sekaligus pusat kota Kesultanan Banten dan kini menjadi bagian dari warisan cagar budaya.
Artinya, Kabupaten Serang memiliki modal sejarah yang sangat besar.

Persoalannya kemudian adalah: apakah modal sejarah itu sudah sepenuhnya diubah menjadi modal kebudayaan, pendidikan, ekonomi dan pariwisata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat?
Inilah salah satu pertanyaan penting memasuki usia lima abad.

Lima abad harus menjadi momentum evaluasi
Peringatan 500 tahun jangan sampai berhenti pada panggung seremonial, baliho, festival, upacara dan slogan.

Perayaan memang penting. Tetapi jauh lebih penting adalah evaluasi.
Kabupaten Serang telah mengalami transformasi besar. Sebagian wilayahnya berkembang menjadi kawasan industri, sebagian tetap menjadi wilayah pertanian, sementara kawasan pesisir memiliki potensi kelautan dan perikanan.

Bahkan, dalam penyusunan RPJPD Kabupaten Serang 2025–2045, pemerintah daerah sendiri menempatkan Kabupaten Serang sebagai daerah yang diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang maju, sejahtera, berkelanjutan dan agamis.
Namun pembangunan tidak boleh hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan berdirinya kawasan industri.

Ukuran keberhasilan pembangunan yang sesungguhnya adalah apakah masyarakat memperoleh pendidikan yang lebih baik, pelayanan kesehatan yang lebih mudah, pekerjaan yang layak, pendapatan yang meningkat, lingkungan yang terjaga dan pelayanan publik yang semakin berkualitas.

Badan Pusat Statistik mencatat IPM Kabupaten Serang pada 2025 mencapai 74,10, meningkat dari 73,28 pada 2024. Angka ini menunjukkan adanya kemajuan, tetapi sekaligus mengingatkan bahwa peningkatan kualitas manusia harus tetap menjadi agenda utama.

Masih ada pekerjaan rumah

Di balik kemajuan tersebut, Kabupaten Serang masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah.
Dokumen perencanaan pemerintah daerah menunjukkan masih adanya persoalan aksesibilitas dan konektivitas, kualitas jalan, sanitasi, akses air minum layak, pengelolaan limbah serta kesesuaian pemanfaatan ruang.

Data teknis DPUPR antara lain mencatat bahwa proporsi jaringan jalan kabupaten dalam kondisi baik pada 2023 berada di angka 75,56 persen, sementara akses air minum layak dan pengelolaan air limbah juga masih menghadapi persoalan.
Persoalan sumber daya manusia juga belum selesai.

Stunting memang mengalami penurunan. Data e-PPGBM yang disampaikan Pemkab Serang menunjukkan prevalensi stunting turun dari 23 persen pada 2023 menjadi 20,2 persen pada 2024.

Tetapi angka tersebut tetap menunjukkan bahwa persoalan gizi dan kualitas kesehatan anak masih membutuhkan perhatian serius.
Begitu pula persoalan ketenagakerjaan.

Kabupaten Serang memiliki kawasan industri yang besar. Namun keberadaan industri harus mampu memberikan efek ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat lokal. Jangan sampai kawasan industri tumbuh pesat sementara sebagian anak muda Kabupaten Serang justru kesulitan memasuki pasar kerja karena persoalan keterampilan dan kompetensi.

Langkah Pemkab Serang menggandeng Forum Bursa Kerja Khusus untuk mempertemukan lulusan SMK dengan dunia industri merupakan salah satu upaya yang patut diperkuat.
Industrialisasi jangan mengorbankan lingkungan
Kabupaten Serang memiliki posisi strategis sebagai salah satu kawasan industri dan ekonomi di Banten.

Tetapi industrialisasi dan pembangunan tidak boleh berjalan dengan mengorbankan lingkungan.
Persoalan pertambangan menjadi salah satu contoh yang harus ditangani secara serius.

Pada Oktober 2026, Pemkab Serang bahkan membentuk Satgas Pengawasan dan Pemantauan Pertambangan untuk mengawasi aktivitas pertambangan ilegal maupun pertambangan yang izinnya telah berakhir.

Tim tersebut kemudian melakukan peninjauan terhadap aktivitas pertambangan di Pabuaran dan Ciomas sebagai tindak lanjut atas pengaduan masyarakat.
Ini harus menjadi pelajaran penting.
Pembangunan ekonomi harus berjalan bersama dengan perlindungan lingkungan.

Sungai, hutan, kawasan resapan air, pesisir, pertanian dan ruang hidup masyarakat tidak boleh diperlakukan hanya sebagai komoditas ekonomi.

Kabupaten Serang membutuhkan model pembangunan yang maju secara ekonomi tetapi tetap sehat secara ekologis.

Jangan sampai desa tertinggal dari kawasan industri

Tantangan berikutnya adalah kesenjangan pembangunan.
Kabupaten Serang memiliki desa-desa dengan potensi pertanian, peternakan, perikanan, wisata dan ekonomi kreatif. Namun sebagian masyarakat desa masih membutuhkan penguatan infrastruktur, akses pasar, teknologi, permodalan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Karena itu, pembangunan ke depan harus memastikan bahwa pertumbuhan industri dan kawasan perkotaan juga mengangkat ekonomi desa.
Petani harus semakin sejahtera.
Nelayan harus semakin kuat.
Pelaku UMKM harus naik kelas.
Anak-anak desa harus mendapatkan pendidikan berkualitas.
Dan generasi muda Kabupaten Serang harus mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh pekerjaan dan membangun usaha.
Inilah makna pembangunan yang inklusif.

Lima abad berikutnya harus dimulai dari kualitas manusia

Kabupaten Serang telah memiliki dokumen perencanaan jangka panjang hingga 2045. RPJPD 2025–2045 menempatkan transformasi sosial, kualitas pendidikan dan kesehatan, transformasi ekonomi, inovasi, ekonomi hijau serta tata kelola pemerintahan yang akuntabel sebagai bagian penting arah pembangunan.

Menurut hemat saya, agenda tersebut harus diterjemahkan menjadi beberapa prioritas nyata.

Pertama, revolusi kualitas pendidikan.

Tidak cukup hanya membangun gedung sekolah. Kabupaten Serang membutuhkan peningkatan kualitas guru, literasi, teknologi pendidikan, pendidikan vokasi dan keterhubungan sekolah dengan dunia kerja.

Kedua, pelayanan kesehatan yang merata.

Puskesmas dan fasilitas kesehatan harus semakin dekat dengan masyarakat. Pencegahan stunting, kesehatan ibu dan anak serta kesehatan masyarakat harus menjadi investasi jangka panjang.

Ketiga, industrialisasi yang berpihak kepada tenaga kerja lokal.

Pemerintah daerah perlu terus memperkuat hubungan antara sekolah, balai latihan kerja dan industri sehingga anak-anak Kabupaten Serang memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar.

Keempat, pertanian dan pangan harus mendapat tempat terhormat.

Gerakan penanaman padi 500 hektare yang dilakukan Pemkab Serang dalam rangka Hari Jadi ke-500 dapat menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Kelima, lingkungan harus menjadi batas pembangunan.

Tidak boleh ada pembangunan yang menghasilkan keuntungan ekonomi sesaat tetapi meninggalkan kerusakan lingkungan selama puluhan tahun.

Keenam, sejarah dan kebudayaan harus menjadi kekuatan ekonomi baru.

Banten Girang, Surosowan, Banten Lama, tradisi masyarakat dan berbagai situs sejarah harus dirawat, diteliti dan dikembangkan sebagai sumber pendidikan, identitas dan pariwisata sejarah.

Serang 500 tahun: jangan hanya bangga pada masa lalu
Lima abad adalah alasan untuk bangga.

Tetapi kebanggaan sejarah tidak boleh membuat kita terlena.
Justru semakin tua sebuah daerah, semakin besar pula tanggung jawab generasinya.
Kita tidak boleh hanya berkata bahwa Kabupaten Serang memiliki sejarah panjang, tetapi gagal menjaga situs sejarahnya.

Kita tidak boleh membanggakan industri, tetapi masih membiarkan sebagian masyarakat kesulitan mendapatkan pekerjaan layak.
Kita tidak boleh berbicara tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi lupa terhadap petani, nelayan, buruh, pedagang kecil dan masyarakat desa.

Kita juga tidak boleh berbicara tentang pembangunan berkelanjutan apabila lingkungan dikorbankan atas nama investasi.
Kabupaten Serang membutuhkan keberanian untuk bercermin.

Usia 500 tahun seharusnya menjadi titik balik untuk mengukur pembangunan bukan hanya berdasarkan berapa banyak proyek yang dibangun, tetapi berdasarkan seberapa besar kualitas hidup rakyat meningkat.

Menuju Serang 500 tahun berikutnya

Pada akhirnya, sejarah bukanlah masa lalu yang selesai.
Sejarah adalah cermin untuk menentukan arah masa depan.
Dari Banten Girang hingga Surosowan, dari Kesultanan Banten hingga pemerintahan modern, masyarakat Serang telah melewati pergantian zaman yang luar biasa panjang.

Kini tanggung jawab itu berada di tangan generasi sekarang.

Kita membutuhkan Kabupaten Serang yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga cerdas masyarakatnya, sehat penduduknya, kuat desanya, produktif industrinya, sejahtera petaninya, terlindungi lingkungannya, bersih pemerintahannya dan terawat sejarahnya.

Lima abad pertama telah menjadi sejarah.

Lima abad berikutnya harus menjadi masa depan yang kita persiapkan mulai hari ini.

Selamat Hari Jadi ke-500 Kabupaten Serang.

Bukan sekadar merayakan usia, tetapi memastikan bahwa usia panjang itu benar-benar menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Serang.

Serang, 7 Oktober 2026

(Red)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less