Wujudkan Data-Driven Government, Diskominfostandi Kota Bekasi Perkuat Integrasi Data Geospasial dan SADAJABAR
- account_circle Suryo S
- calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
- print Cetak

Keterangan foto: Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bekasi terus memperkuat pengelolaan data daerah melalui optimalisasi Data Geospasial serta implementasi Satu Data Indonesia (SDI) dan SADAJABAR (Satu Data Jawa Barat).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wujudkan Data-Driven Government, Diskominfostandi Kota Bekasi Perkuat Integrasi Data Geospasial dan SADAJABAR
Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bekasi terus memperkuat pengelolaan data daerah melalui optimalisasi Data Geospasial serta implementasi Satu Data Indonesia (SDI) dan SADAJABAR (Satu Data Jawa Barat).
Langkah strategis ini diambil sebagai fondasi utama dalam penyusunan kebijakan publik yang efektif, efisien, dan tepat sasaran di tengah percepatan transformasi digital pemerintahan.Upaya tersebut diwujudkan melalui agenda sosialisasi implementasi Satu Data Indonesia dan pengelolaan data geospasial yang dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Statistik Diskominfostandi Kota Bekasi, Chaerul Aziz.
Dalam sambutannya, Chaerul menegaskan bahwa integrasi data merupakan elemen krusial untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang adaptif, transparan, dan berbasis bukti (evidence-based policy).
“Melalui sinergi antarperangkat daerah, kualitas data diharapkan semakin meningkat sehingga mampu menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Chaerul.(Kamis,30/7/2026).
Pengelolaan data geospasial dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai sektor pembangunan daerah. Informasi spasial yang terintegrasi akan memudahkan pemerintah daerah dalam perencanaan tata ruang, pembangunan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, hingga mitigasi bencana secara akurat, transparan, dan akuntabel.
Melalui standarisasi data spasial ini, berbagai data sektoral yang sebelumnya tersebar di masing-masing perangkat daerah akan diselaraskan menjadi satu kesatuan informasi.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, mengurangi duplikasi data, serta memperkuat koordinasi lintas instansi.Di sisi lain, implementasi SDI melalui portal SADAJABAR menjadi instrumen penting untuk membangun tata kelola data yang terintegrasi. Portal ini mengedepankan prinsip standar data, metadata, interoperabilitas, dan penggunaan kode referensi yang seragam agar seluruh data sektoral dapat diakses dan dibagipakaikan secara optimal.
Sinergi antara data statistik sektoral dan data geospasial ini diyakini akan memperkuat penerapan Evidence-Based Policy.
Setiap program pembangunan kini dapat dianalisis menggunakan data valid yang dipetakan secara spasial demi efektivitas anggaran yang lebih baik.Ke depan, Diskominfostandi Kota Bekasi berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola data, menyempurnakan regulasi teknis, serta mendorong optimalisasi pemanfaatan sistem geospasial.
Lewat penguatan ini, Pemerintah Kota Bekasi optimistis dapat mewujudkan pemerintahan berbasis data (data-driven government) demi menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas dan berkelanjutan.
(SS/Red)
- Penulis: Suryo S

Saat ini belum ada komentar