Diduga Tak Berizin, Pemasangan Tiang Internet MyRepublic di Babakan Tenjo Menuai Sorotan Warga
Kegiatan pemasangan tiang jaringan internet yang diduga milik PT MyRepublic di wilayah Kecamatan Babakan Tenjo, Kabupaten Bogor, menuai sorotan dan pertanyaan dari masyarakat.
Proyek tersebut diduga belum mengantongi izin lingkungan maupun perizinan resmi lainnya yang dipersyaratkan oleh regulasi setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, proyek infrastruktur ini dilaksanakan oleh vendor bernama Abel dengan melibatkan sekitar 10 orang pekerja.
Dalam pelaksanaannya, proyek ini diawasi oleh Andre selaku Pengawas Lapangan dan dipimpin oleh Sarif selaku Project Manager.
Sejumlah warga setempat mulai mempertanyakan legalitas penempatan tiang internet di beberapa titik wilayah Babakan Tenjo.
Masyarakat menilai setiap pembangunan infrastruktur yang berdampak pada lingkungan dan fasilitas umum wajib melewati proses perizinan yang sah serta sosialisasi kepada warga sekitar.Staf Desa Bantah TerlibatDi tengah polemik yang berkembang, muncul isu yang menyebut keterlibatan aparat desa setempat.
Raju, salah satu Staf Desa Babakan Tenjo, segera memberikan klarifikasi dan membantah keras anggapan bahwa dirinya bertindak sebagai koordinator proyek.
“Saya bukan koordinator, saya dikambinghitamkan,” tegas Raju saat dimintai keterangan oleh awak media, Jumat 19/ 6/2026?
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pihak perangkat desa tidak terlibat dalam pengondisian aktivitas pemasangan tiang jaringan tersebut
Pengawas Bungkam, Aktivitas Tetap Berjalan
Guna mendapatkan keberimbangan informasi, sejumlah wartawan sempat mendatangi lokasi pekerjaan untuk mengonfirmasi kelengkapan dokumen izin. Namun, pihak pengawas lapangan enggan memberikan keterangan dan memilih bungkam kepada awak media.
Sebelumnya, beredar informasi bahwa proyek tersebut sempat diminta untuk dihentikan sementara (off) hingga seluruh proses perizinan diselesaikan. Namun, saat tim media melakukan penelusuran kembali pada pagi hari sekitar pukul 08.45 WIB, aktivitas pemasangan tiang justru terpantau masih berjalan normal di sejumlah titik.
Warga Desak Transparansi Pemerintah
Masyarakat Babakan Tenjo menegaskan bahwa mereka tidak menolak modernisasi atau pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang bertujuan meningkatkan kualitas internet. Namun, mereka menuntut agar seluruh prosesnya berjalan transparan, legal, dan menghormati hak-hak warga.
Warga berharap pihak PT MyRepublic, vendor pelaksana, maupun instansi terkait segera memberikan penjelasan terbuka mengenai status perizinan proyek ini. Jika terbukti ada pelanggaran prosedur, warga meminta pemerintah daerah dan instansi penegak perda segera turun tangan melakukan pemeriksaan dan mengambil tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku.
(Eva)















