Akumulasi Kemarahan Rakyat Meletup! 4.000 Masa Siap Turun Ke Jalan 21 April, Tuntut Hentikan Destinasi Politik

Akumulasi Kemarahan Rakyat Meletup! 4.000 Masa Siap Turun Ke Jalan 21 April, Tuntut Hentikan Destinasi Politik

Akumulasi Kemarahan Rakyat Meletup! 4.000 Masa Siap Turun Ke Jalan 21 April, Tuntut Hentikan Destinasi Politik

SAMARINDA, Temporatur.com

Bukan lagi sekadar kritik santai, ini adalah puncak dari akumulasi kekecewaan yang sudah terlalu lama dipendam.

Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur mengumandangkan seruan besar yang akan menggema di seluruh Bumi Etam. Pada tanggal 21 April 2026, diprediksi lebih dari 4.000 orang yang tergabung dari 44 organisasi siap berbaris rapat di depan Kantor DPRD Provinsi Kaltim, pukul 09.00 WITA.

Mereka datang bukan untuk berdialog biasa, melainkan menyuarakan pesan yang sangat keras dan jelas: Hentikan praktik dinasti politik dan nepotisme yang merajalela!

Rakyat Bertanya: Siapa yang Sebenarnya Dilayani?

Bacaan Lainnya

Di tengah kondisi masyarakat yang dituntut untuk bersabar, berhemat, dan berjuang memenuhi kebutuhan hidup, ironi besar justru terlihat jelas di mata publik.

Masyarakat menyaksikan pembelian mobil dinas bernilai miliaran rupiah, hingga renovasi rumah jabatan yang menghabiskan anggaran puluhan miliar. Pemandangan ini perlahan namun pasti mengikis kepercayaan publik terhadap pemerintahan.

“Di saat rakyat susah, yang ada justru pesta kekuasaan. Masyarakat mulai bertanya, sebenarnya kekuasaan ini untuk melayani siapa?” ujar nada suara dalam seruan tersebut.

Suara Tak Didengar, Jalanan Menjadi Pilihan

Ketika ruang-ruang resmi dianggap sudah tertutup dan suara aspirasi tidak lagi didengar, jalanan pun menjadi satu-satunya wadah yang tersisa.

Aksi ini bukan hanya soal unjuk rasa biasa. Desakan agar DPRD segera membuka hak angket mulai bergema keras. Bahkan, wacana pemakzulan pun bukan lagi hal yang tabu untuk dibicarakan.

Yang dulu diam, kini bersuara lantang. Yang dulu mendukung, kini ikut angkat kaki turun ke jalan. Ini adalah bukti nyata bahwa rasa keadilan sudah terganggu sedemikian rupa.

21 April: Awal Gelombang Perubahan?

Dalam pamflet yang beredar tertulis jelas semangat mereka:

“Mari Kita Lawan Perusak Kaltim dengan Kita Bersatu”

Koordinator Lapangan (Korlap), Erly Sopiansyah, bersama Sekretaris, Sapta Guspiani, SH, menegaskan bahwa aksi ini adalah representasi dari rasa kecewa yang sudah memuncak.

21 April 2026 bukan sekadar tanggal di kalender. Ini bisa jadi titik awal dari gelombang perubahan yang jauh lebih besar.

Jika kekuasaan terus menutup telinga, jangan salahkan rakyat ketika mereka memilih untuk berteriak lebih keras agar didengar. Suara rakyat adalah suara kebenaran yang tak bisa dibungkam!

(Irfan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *