IWO Indonesia Ajak Masyarakat Kawal Program Makan Bergizi Gratis: “No Service, No Pay”

IWO Indonesia Ajak Masyarakat Kawal Program Makan Bergizi Gratis: “No Service, No Pay”
Foto Ilustrasi

IWO Indonesia Ajak Masyarakat Kawal Program Makan Bergizi Gratis: “No Service, No Pay”

JAKARTA – Temporatur.com

Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia, NR Icang Rahardian, SH., MH, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk aktif mengawasi kinerja mitra penyedia dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dinilai krusial demi memastikan pelayanan publik berjalan maksimal, transparan, dan tepat sasaran.

Pernyataan tersebut disampaikan Icang di Kantor DPP IWO Indonesia, Jakarta, Senin (06/04).

Ia menegaskan bahwa partisipasi publik merupakan kunci utama keberhasilan program nasional ini.

Ketegasan Badan Gizi Nasional

Bacaan Lainnya

Icang menyoroti kebijakan tegas Badan Gizi Nasional (BGN) yang menerapkan prinsip “No Service, No Pay” (tiada layanan, tiada pembayaran) bagi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Berdasarkan aturan tersebut, insentif operasional sebesar Rp 6 juta per hari dapat langsung dihentikan jika mitra gagal memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Kami mendukung penuh langkah Badan Gizi Nasional. Dengan prinsip ini, tidak ada ruang bagi kelalaian. Jika kualitas pelayanan buruk, maka tidak ada bayaran bagi mitra tersebut,” tegas Icang.

Standar Ketat dan Sanksi

Untuk menjamin keamanan pangan, BGN telah menetapkan standar ketat bagi pengelolaan SPPG, di antaranya:
Kepatuhan Tinggi: Menjamin kualitas layanan, keamanan pangan, dan kebersihan lingkungan.

Sanksi Seketika

Insentif dihentikan jika fasilitas tidak siap, gagal mencapai standar kualitas, atau tidak mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Kemenkes.

Pelanggaran Fatal

Kegagalan seperti temuan bakteri E.Coli pada filter air, saluran limbah (IPAL) tersumbat, hingga kerusakan chiller penyimpanan daging akan berakibat fatal pada kontrak mitra.

Akuntabilitas

Seluruh risiko operasional sepenuhnya menjadi tanggung jawab profesional mitra SPPG.

Transformasi  Tata Kelola

Kebijakan ini dipandang sebagai bentuk transformasi nyata dalam tata kelola publik di Indonesia.

Fokus utama program bukan sekadar membagikan makanan, melainkan membangun sistem keamanan pangan yang menjamin gizi generasi penerus bangsa.

IWO Indonesia berkomitmen menjalankan fungsi kontrol sosial media guna mengawal program ini, memastikan setiap rupiah dana negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi gizi masyarakat luas.

(M2)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *