Skandal Proyek Ijon Bekasi Pejabat Akui “Main Mata” Atas Perintah Kepala Dinas

Skandal Proyek Ijon Bekasi Pejabat Akui “Main Mata” Atas Perintah Kepala Dinas
Keterangan foto : Sidang ke -3 lanjutan kasus dugaan "ijon" proyek yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (1/4/2026). (Ft.istimewa)

Skandal Proyek Ijon Bekasi Pejabat Akui “Main Mata” Atas Perintah Kepala Dinas

BANDUNG, –  Temporatur.com

Tabir gelap praktik rasuah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi kian benderang. Dalam sidang lanjutan kasus dugaan “ijon” proyek yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (1/4/2026).

Enam saksi kunci membongkar skenario pengkondisian lelang yang menyeret nama-nama besar di jajaran birokrasi.

Sidang ketiga dengan terdakwa pengusaha Sarjan ini menjadi panggung pengakuan dosa para pejabat eselon III. Saksi yang dihadirkan mulai dari Agung Mulya (Kabid PSDA), Toni Dartoni (Kabid Pemukiman), Epi Mutia Sofa (Kabid Fisik Bappeda), hingga Pranoto (Kabid Pembinaan SD Disdik). Hasri Kepala UPTD Pemeliharaan  Rutin  Jalan dan Jembatan Tidak ketinggalan, kehadiran Muhammad Riza selaku Ajudan Bupati Bekasi menambah tensi persidangan.

Titah Atasan Jadi “Senjata” Pengatur Proyek.

Bacaan Lainnya

Fakta persidangan mengungkap pola yang seragam: paket proyek telah “dikunci” sebelum lelang dimulai.

Menariknya, para pejabat ini kompak mengaku bahwa pemenangan terdakwa Sarjan bukan atas kemauan mereka, melainkan menjalankan instruksi langsung dari Kepala Dinas masing-masing.

“Kami hanya menjalankan perintah pimpinan untuk memenangkan pihak tertentu,” bunyi kesaksian yang menyudutkan posisi para pucuk pimpinan dinas di Kabupaten Bekasi.

Terdakwa Sarjan diduga kuat menjadi “donatur” di muka (ijon) bagi oknum pejabat untuk mengamankan jatah pekerjaan di dinas-dinas basah, seperti Disdik, Disperkimtan, hingga Dinas SDABMBK. Keterlibatan Ajudan Bupati dalam pusaran ini juga tengah didalami jaksa untuk melihat seberapa jauh koordinasi “bawah tangan” ini menjalar ke lingkaran inti eksekutif.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) kini membidik aktor intelektual di balik layar. Sidang pekan depan akan menjadi penentu, di mana alat bukti elektronik akan dibuka untuk membuktikan siapa sebenarnya “sutradara” di balik skandal korupsi infrastruktur yang merugikan rakyat Bekasi ini.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *