Plt Bupati Bekasi : Jembatan Bojong Perbatasan Bekasi-Karawang Siap Dijadikan Cagar Budaya

Plt Bupati Bekasi : Jembatan Bojong Perbatasan Bekasi-Karawang Siap Dijadikan Cagar Budaya

Plt Bupati Bekasi : Jembatan Bojong Perbatasan Bekasi-Karawang Siap Dijadikan Cagar Budaya

BEKASI – Temporatur.com

Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mencanangkan program pelestarian budaya dengan mengusulkan Jembatan Bojong yang menghubungkan wilayah Kabupaten Bekasi dan Karawang sebagai situs Cagar Budaya.

Jembatan ikonik yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan “Jembatan Kuning” ini dinilai memiliki nilai historis yang penting bagi kedua wilayah.
Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Plt. Bupati dalam acara diskusi dan buka puasa bersama awak media di Gedung Graha Pariwisata, Kamis (13/03/2026).

 

Asep mengungkapkan bahwa usulan ini telah dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan mendapat respon positif.

Bacaan Lainnya

“Pengajuan tersebut saya usulkan langsung ke Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi. Saya sampaikan bahwa Jembatan Bojong perbatasan Bekasi-Karawang akan kita jadikan Cagar Budaya, dan hal tersebut disetujui oleh beliau,” ujar Asep Surya Atmaja.

Penataan Pasar dan Penertiban Parkir Liar
Selain fokus pada cagar budaya, Plt. Bupati Bekasi juga menegaskan komitmennya dalam membenahi infrastruktur dan ketertiban umum pasca-Lebaran mendatang.

Salah satu target utamanya adalah pembersihan parkir liar dan penataan kawasan Pasar Bojong serta area sekitar SGC (Sentra Grosir Cikarang).

“Saya pastikan habis Lebaran, parkiran liar di depan SGC akan dikosongkan, dibersihkan, dan diaspal ulang. Di lokasi tersebut nantinya akan dibangun taman agar citra Bekasi terlihat bersih,” tegasnya.

Penataan serupa juga akan menyasar Pasar Bojong. Para pedagang yang selama ini berjualan di atas trotoar akan direlokasi ke bagian belakang pasar. Lahan bekas pedagang tersebut akan dialihfungsikan menjadi trotoar yang layak dan taman hijau.

“Kita ingin citra Bekasi terlihat indah. Pasar Bojong akan dirapikan, trotoar dikembalikan fungsinya, dan taman akan dibangun agar masyarakat merasa nyaman,” tegas Asep.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *