Klarifikasi Terkait Keluhan Toa Masjid, Warga dan DKM Ar-Rahman Jejalen Jaya Sepakat Damai
Warga Desa Jejalen Jaya, Kecamatan Tambun Utara, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai pengeras suara (toa) Masjid Ar-Rahman yang sebelumnya dikeluhkan mengganggu kenyamanan lingkungan. Perselisihan tersebut resmi berakhir damai melalui proses mediasi yang digelar pada Selasa (20/01/2026).
Pertemuan yang berlangsung kekeluargaan ini dihadiri oleh Padul selaku warga pelapor dan Banjar selaku Ketua DKM Ar-Rahman.
Turut menyaksikan jalannya mediasi adalah Kepala KUA Kecamatan Tambun Utara M. Ali S, Kepala Desa Jejalen Jaya Kumpul, serta jajaran Penyuluh Agama Islam KUA Tambun Utara yang terdiri dari Wahlul Hariri, Wahyulah, dan Yusuf Rofi Udin.
Ketua DKM Ar-Rahman, Banjar, menegaskan bahwa kedua belah pihak telah mencapai titik temu terkait pengaturan teknis pengeras suara.
“Kami telah membahas masalah ini secara kekeluargaan dan mencapai kesepakatan untuk mengatur volume suara toa masjid agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya tanpa mengganggu kenyamanan warga,” ujar Banjar.
Di lokasi yang sama, Padul menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan pihak pengurus masjid. Ia menyatakan bahwa klarifikasi ini penting untuk menjaga harmonisasi di lingkungan tempat tinggalnya.
“Saya sudah menerima penjelasan dari pihak masjid dan kami telah mencapai kesepakatan.
Saya berharap masalah ini selesai dengan baik dan hubungan antarwarga tetap terjaga dengan rukun,” ungkap Padul.
Kepala KUA Kecamatan Tambun Utara, M. Ali S, memberikan arahan khusus kepada pengurus masjid agar senantiasa berpedoman pada aturan yang ada dalam penggunaan pengeras suara di tempat ibadah.
“Kami berharap DKM Ar-Rahman terus memantau dan mengatur volume suara agar selaras dengan lingkungan sekitar, sehingga fungsi syiar tetap berjalan tanpa menimbulkan gesekan,” pesan M. Ali S.
Sementara itu, Kepala Desa Jejalen Jaya, Kumpul, mengapresiasi kedewasaan kedua belah pihak dalam menyelesaikan masalah melalui dialog. Ia menegaskan pihak desa akan terus memantau situasi agar kondusivitas wilayah tetap terjaga.
“Kami sangat mengapresiasi upaya mediasi ini. Harapannya, warga Jejalen Jaya dapat terus hidup rukun dan damai. Kami akan terus memantau situasi dan memastikan kesepakatan ini berjalan dengan baik,” pungkas Kumpul.
(Reporter: RUSLAN)















