Ancaman Longsor Hantui Warga Desa Babbalan, Pemkab Sumenep Diminta Segera Bangun Plengsengan

Ancaman Longsor Hantui Warga Desa Babbalan, Pemkab Sumenep Diminta Segera Bangun Plengsengan
Keterangan foto:Ancaman Longsor Hantui Warga Desa Babbalan, Pemkab Sumenep Diminta Segera Bangun Plengsengan

Ancaman Longsor Hantui Warga Desa Babbalan, Pemkab Sumenep Diminta Segera Bangun Plengsengan

SUMENEP – Temporatur.com

Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Sumenep dalam sepekan terakhir mulai memicu dampak serius bagi warga. Selain masalah jalan rusak yang ramai dikeluhkan di media sosial, ancaman bencana longsor kini menghantui warga di pinggiran sungai Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep.

Lokasi yang berada di pinggiran kota ini menjadi titik krusial karena merupakan muara aliran air dari sungai besar Kebonagung. Kondisi debit air yang tinggi menyebabkan tebing sungai terus tergerus, mengancam keselamatan dan bangunan milik warga setempat.

Irwan, salah satu warga Desa Babbalan yang terdampak, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap progres pengikisan tanah di area pemukiman. Ia mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui dinas terkait untuk bersikap lebih progresif dalam menangani potensi longsor sebelum memakan korban jiwa.

“Ini menjadi ancaman bagi warga. Aliran sungai Babbalan ini kiriman dari Sungai Kebunagung. Saya memohon pemerintah yang membidangi untuk lebih progresif melihat cikal bakal terjadinya longsor ini,” ujar Irwan kepada media, Rabu (14/1/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut Irwan, meski sejauh ini belum ada korban jiwa, dampak kerugian materiil sudah mulai dirasakan. Ia menceritakan bahwa beberapa waktu lalu, kandang ternak milik warga sempat ambles terseret arus sungai. Saat ini, retakan tanah mulai merambat ke tembok bangunan rumah warga yang berada tepat di tepi tebing.

“Luapan air sungai menyebabkan tergerusnya lahan pemukiman. Sudah ada retakan tanah dan tembok yang hampir membuat bangunan roboh ke sungai. Ini sangat memprihatinkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Irwan menekankan agar pemerintah tidak hanya hadir saat bencana sudah terjadi dengan memberikan bantuan logistik, tetapi lebih pada upaya pencegahan atau mitigasi.

“Saya meminta pemerintah untuk antisipasi. Jangan baru ada korban bencana bantuan diberikan, itu sangat tidak etis. Mencegah lebih baik daripada membiarkan tanah terus tergerus,” tegasnya.

Warga berharap Pemkab Sumenep segera mengalokasikan anggaran untuk pembangunan tebing penahan tanah atau pemasangan bronjong (ronjong) di sepanjang pinggiran sungai Desa Babbalan. Hal ini dianggap sebagai solusi nyata agar warga tidak lagi merasa cemas setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

“Kami berharap ada tindakan nyata dan cepat dari pemerintah daerah agar area longsor tidak meluas dan warga bisa merasa tenang,” pungkasnya.

Reporter: Faisol
Editor: Temporatur.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *