Jakarta, – Temporatur.com || Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak seperti itulah nasib pemuda yang menjadi korban pemerasan oleh oknum yang mengaku anggota kepolisian di sekitar Komplek Ambon, Jakarta Barat. Selasa (18/11). Korban dilaporkan dibawa ke sebuah hotel dan mengalami kekerasan serta diminta memberikan sejumlah uang.
Peristiwa bermula ketika pemuda tersebut melintas keluar dari kawasan komplek Ambon. Sekelompok pria yang acap kali mengaku sebagai anggota kepolisian oleh warga setempat disebut sebagai BODREK langsung melakukan penangkapan disertai pengeledahan barang bawaan pemuda naas tersebut. Dari hasil penggeledahan, ditemukan paket kecil berisi diduga narkoba mengandung zat aktif metamfitamin (shabu-shabu-red) dengan berat sekitar 0,45 gram.
Namun pemeriksaan tersebut tidak dilakukan melalui prosedur resmi, karena korban tidak dibawa ke kantor polisi, melainkan ke sebuah hotel oleh kelompok tersebut. Diketahui di TKP penangkapan pemuda tersebut mendapatkan tindak kekerasan fisik dari oknum yang mengaku anggota Polisi serta mengancam akan memproses secara hukum apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi.
Menurut salah seorang warga sekitar mengatakan, “kejadian ini sering terjadi dan tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan oknum polisi aktif yang menjadi dalang dibalik serangkaian pemerasan yang disertai tindak kekerasan terhadap para korban yang memang sudah mereka incar”.
Hingga berita ini tayang, pihak Polres Jakarta Barat saat di konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa malam (17/11), belum bisa memberikan keterangan secara resmi. Terkait hal ini diharapkan pihak terkait khususnya Polres Jakarta Barat untuk segera ambil tindakan keras terhadap oknum tersebut, serta mengungkap aktor intelektual dan apa motifnya, apakah uang tebusan?. Siapa bermain, dan siapa yang bertanggung jawab?















