Revitalisasi Pembangunan Satuan Pendidikan di TKN Pembina Kab. Sumenep, Pegiat Sosial : “Sebatas Temuan Biasa”
Program revitalisasi pembangunan satuan pendidikan TKN Pembina, di Jln Dewi Sartika Blok L Perum BSA Kolor Kecamatan Kota Kab. Sumenep, sebesar 90.362.000 dan tertulis di banner.
Sementara anggaran pekerjaan fisiknya yang tertulis di Dinas Pendidikan senilai, 82.771.813.00 untuk pembangunan Gedung dengan ukuran kurang lebih 3×6 M.
Moh. Ali saat ditemui Media Tempratur.com mengatakan, melambungnya dana anggaran diPaud Negeri Pembina itu karena pihak pelaksana menggunakan anggaran kotor yang dipasang diatas Banner.
sementara Dinas Pendidikan itu menggunakan anggaran pekerjaan fisiknya saja, sehingga pada saat dilakukan kroscek ke bawah, ditemukannya selisih anggaran yang sangat jauh. Jelasnya
Ali mengatakan, jika data yang di pegang bersumber dari Dinas pendidikan Kab. Sumenep, dengan jumlah penerima dan besarnya nominal.
” Jadi jumlah penerima itu tidak sama nominalnya, sangat bervariasi sesuai dengan pemohon dari pihak sekolah, makanya saya hanya ingin tahu, tatacara pekerjaannya dengan anggaran yang sudah disediakan lewat Dana APBN itu”
Kata dia, berdasarkan data yang dimiliki, pihaknya sudah melakukan survey kebeberapa lembaga yang mendapatkan bantuan revitalisasi satuan pendidikan ditahun 2025 Tersebut.
” Saya hanya ingin tahu besarnya anggaran itu, makanya saya lakukan survey takut dikahwatirkan dijadikan bancaan oleh oknom Dinas atau CV, sebab ada sebagian Kepala Sekolah mengatakan jika pekerjaan atap gedungnya itu di borongkan, berarti bukan swakelola ”
Dikatakan Ali, jika pekerjaan itu ada yang di borong itu berarti bukan pekerjaan yang di swakelolakan, semestinya kalau swakelola pihak sekolah mencari pekerja di daerah terdekat sekolah yang menganggur untuk dipekerjakan. Jelasnya
” Untuk diketahui, kalau Pekerjaan Revit itu sifatnya swakelola, yang namanya swakelola berarti tidak boleh ada oknom CV yang terlibat didalamnya, karena sifatnya swakelola, maka hanya ada konsultan perencana dan pengawas”
Dikatakan Ali, ada beberapa temuan yang mencurigakan saat melakukan survey ke pihak sekolah, dan diduga ada yang bermain-main dengan kegiatan revit yang melibatkan CV dan oknom Dinas.
” Nanti saya akan gelar, begitu semua kegiatan survey saya selesai ke sejumlah titik penerima Revitalisasi pembangunan satuan pendidikan dengan anggaran di Tahun 2025″
Pokoknya kata Ali, pihaknya akan mengungkap siapa yang selalu bermain dibalik bantuan pemerintah, baik yang bersumber dari dana APBN maupun APBD. Pungkasnya
Sementara Ketua pelaksana kegiatan proyek Revitalisasi pembangunan satuan pendidikan TKN Pembina, Warid mengaku jika pekerjaannya sudah hampir selesai, dan sesuai dengan petunjuk Dinas.
Disoal anggarannya tidak sama dengan data yang dari Dinas, Warid mengaku, jika pihak sekolah khusus yang menerima bantuan revit itu bingung apakah mau pasang yang pekerjaan fisiknya atau kotornya, namun kebanyakan pihak sekolah menggunakan anggaran kotor. Jelasnya
” Semuanya sudah terpampang dengan jelas dan pihak sekolah sudah mengetahui semuanya, Alhamdulillah, semua bahan kita beli dan tukang pekerjanya dihitung harian” pungkasnya. (Moh. Anwar)















