Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi & Bisnis » 70% Bisnis Kuliner Gagal di Tahun Pertama

70% Bisnis Kuliner Gagal di Tahun Pertama

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Temporatur.com

Bisnis kuliner sering terlihat menjanjikan, tapi tahukah kamu bahwa sebagian besar bisnis ini gagal dalam waktu singkat? Menurut laporan CNN Indonesia, sekitar 54% pengusaha makanan dan minuman hanya mampu bertahan selama 5 bulan, terutama saat pandemi COVID-19. Sementara itu, dalam artikel VOI disebutkan bahwa lebih dari 70% bisnis kuliner gagal bertahan dalam 1–3 tahun pertama.

Lantas, apa penyebabnya? Dan yang terpenting, bagaimana caranya agar bisnis kulinermu bisa bertahan dan berkembang? Berikut beberapa tips berdasarkan riset akademik dan panduan dari para ahli.

1. Manajemen Fokus pada Makanan, Bukan Strategi Bisnis yang Holistik

Sebuah studi dari Journal of Culinary Science & Technology (2022) yang dilakukan di Jakarta menemukan bahwa pemimpin yang menerapkan gaya kepemimpinan transformasional dan memperkuat kemampuan digital secara signifikan meningkatkan kinerja bisnis kuliner.

Temuan ini menunjukkan bahwa alih-alih hanya fokus pada resep atau kualitas makanan semata, pemilik bisnis kuliner perlu mengadopsi strategi bisnis besar yang mencakup kepemimpinan efektif, pengelolaan harga, pemasaran, serta operasional produksi secara terintegrasi. Tanpa strategi holistik ini, bisnis akan menghadapi margin keuntungan yang tipis bahkan cenderung merugi.

Tips singkat: untuk strategi harga ideal dengan keuntungan maksimal coba kalkulator F&B dari tantri kalkulatorhpp.tantri.id

2. Laporan Keuangan dan Penjualan yang Tidak Terorganisir

Masalah utama yang diidentifikasi pada poin “Laporan Keuangan dan Penjualan yang Tidak Terorganisir” adalah ketidakefisienan dan ketidakakuratan dalam pengelolaan data transaksi dan stok, yang menyebabkan kesulitan dalam pengambilan keputusan bisnis.

Tanpa sistem yang terintegrasi dan laporan real-time, pemilik bisnis kesulitan mendapatkan gambaran yang jelas mengenai performa usaha, stok bahan baku, dan arus kas. Hal ini berpotensi menimbulkan kekacauan pencatatan manual yang rentan terhadap kesalahan dan menurunkan daya saing bisnis.

Menurut hasil penelitian dari Binus University Jakarta, penggunaan aplikasi kasir (POS) terbukti mampu meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan stok, transaksi, dan laporan keuangan pada bisnis kuliner seperti coffee shop.

Tips singkat: untuk pengelolaan laporan dan transaksi yang terorganisir gunakan POS Tantri di tantri.id

3. Pelayanan Lambat Meski Kualitas Makanan Bagus

Dalam studi yang diterbitkan oleh Jurnal Sustainability tahun 2025, disebutkan bahwa penggunaan QR menu secara signifikan meningkatkan kepuasan pelanggan, efisiensi pelayanan, dan persepsi modernitas bisnis. QR menu juga mengurangi kebutuhan mencetak ulang menu setiap kali ada perubahan harga atau produk. Selain itu, pelanggan merasa lebih nyaman karena tidak perlu bersentuhan langsung dengan benda fisik, sebuah nilai tambah sejak pandemi.

Tempel QR code di tiap meja untuk pemesanan langsung agar pelayanan lebih cepat, higienis, dan praktis. Gunakan QR menu dinamis supaya kamu bisa update menu atau harga tanpa cetak ulang, serta pastikan desain menu digital mudah dipahami dengan foto makanan, deskripsi, dan harga yang jelas.Tips singkat: gunakan QR Menu yang terintegrasi dengan POS seprti tantri.id

4. Idealisme Tinggi tapi Kurang Inovasi

Masih dari jurnal Sustainability 2025, inovasi dalam model bisnis dan proses operasional terbukti menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan UMKM kuliner. Pemilik bisnis harus aktif mengevaluasi menu, strategi pemasaran, serta saluran distribusi secara berkala.

Memanfaatkan diskusi komunitas bisnis, benchmarking pesaing, serta eksplorasi ide-ide kreatif melalui kolaborasi dengan mitra usaha atau pakar kuliner bisa membuka wawasan baru tanpa harus bergantung sepenuhnya pada teknologi canggih. Pendekatan ini mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan sekaligus menjaga relevansi bisnis di tengah perubahan konsumen dan persaingan yang dinamis.

5. Standarisasi Operasional dan SOP yang Kurang Ketat

publikasi jurnal Why Restaurants Fail 2005 oleh Cornell University menyatakan penerapan SOP (Standard Operating Procedure) yang ketat menjadi fondasi utama agar bisnis kuliner dapat berjalan efisien dan konsisten. Bisnis yang mengabaikan ketatnya pengawasan dalam SOP operasional sering menghadapi risiko kesalahan berulang, inkonsistensi kualitas layanan, dan kurangnya respons cepat terhadap kendala di lapangan.

Pemilik bisnis dapat mulai dengan menyusun SOP yang jelas dan praktis, melibatkan tim dalam proses penyusunan agar mereka paham dan terlibat, serta rutin melakukan training dan evaluasi penerapan SOP di setiap lini operasional.

Kesimpulan

Membangun bisnis kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang manajemen yang cermat dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Tingginya angka kegagalan seharusnya jadi pengingat bahwa strategi bisnis harus disiapkan sejak awal.

Dengan menerapkan kepemimpinan yang adaptif, memanfaatkan aplikasi kasir seperti Tantri, dan menyediakan QR menu sebagai bagian dari layanan pelanggan, kamu bisa meningkatkan peluang sukses di tahun-tahun pertama bisnismu.

About QR Menu & POS Tantri

About Tantri.id – PT Sasana Solusi Digital

Tantri adalah aplikasi kasir berbasis cloud yang dikembangkan oleh PT Sasana Solusi Digital, sebuah perusahaan teknologi asal Bandung yang berfokus pada solusi digital untuk bisnis kuliner.

Tantri telah digunakan oleh 1200+ F&B di Indonesia, dan terus berkembang sebagai partner terpercaya dalam perjalanan bisnis para pemilik usaha kuliner—baik itu coffee shop, restoran, hingga bisnis makanan rumahan.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dok.Temporatur.com

    Kontraktor Urukan Tanah di Sukatani Diduga Tanpa Izin Amdal, Tetap Membandel, Beroperasi Dijam Sibuk

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Dua Proyek besar di Desa Sukamulya Kecamatan Sukatani, pengurukan tanah untuk alun – alun Sukatani, dan urukan tanah Proyek perumahan Sukatani Permai, Pihak kontraktor yang melakukan urukan tanah di Sukatani diduga tidak memiliki Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dan tetap beroperasi meskipun telah menimbulkan masalah bagi warga sekitar.

  • PP KAMMI Kritik Bappenas: Lapangan Kerja Kalah Mendesak dari MBG? Gagalnya Orientasi Pembangunan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Suryo Sudharmo
    • 0Komentar

    Temporatur.com | Jakarta  — Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) menaggapi pernyataan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy yang menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih mendesak dibanding penciptaan lapangan kerja. PP KAMMI menilai pernyataan tersebut mencerminkan kegagalan negara dalam membaca persoalan serius orientasi pembangunan nasional. Ketua Bidang Kebijakan Publik […]

  • Polsek Talang Ubi Dampingi Penempelan Stiker PKH di Pasar Bhayangkara, Kapolres PALI Tegaskan Transparansi Bantuan Sosial

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Suryo Sudharmo
    • 0Komentar

    PALI – Temporatur.com, Dalam rangka mendukung transparansi dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial pemerintah, Polsek Talang Ubi melaksanakan kegiatan pendampingan penempelan stiker bagi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Senin (29/12/2025). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut melibatkan sinergi lintas sektor, yakni Tim […]

  • Penundaan EUDR: KOLTIVA Dorong Eksportir Amerika Latin Siapkan Kepatuhan Lebih Awal

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2024
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Hutan, sebagai penopang utama kehidupan di Bumi, terus menghadapi ancaman deforestasi yang merusak ekosistem dan mempercepat laju perubahan iklim. Laporan Forest Trends mengungkapkan bahwa hampir 60% deforestasi hutan tropis pada 2013-2019 dipicu oleh ekspansi pertanian komersial. Amerika Latin, yang bertanggung jawab atas 44% deforestasi tropis global, menghadapi tekanan untuk menyelaraskan rantai pasokan dengan standar bebas deforestasi […]

  • Bpkad Kabupaten Lampung Utara Hadiri Rapat Paripurna Penetapan Perda P-APBD TA 2025

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Bpkad Kabupaten Lampung Utara Hadiri Rapat Paripurna Penetapan Perda P-APBD TA 2025

  • Polsek Talang Ubi Gelar Jum’at Curhat Di Kelurahan Talang Ubi Barat

    • calendar_month Jumat, 22 Sep 2023
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    PALI – Sumatera Selatan Temporatur.com Jajaran Polres PALI Polda Sumsel kembali menggelar giat rutin Jum’at Curhat diwilayah Hukumnya. Kali ini,Kapolsek Talang Ubi Kompol A.Darmawan,S.H bersama anggota Bhabinkamtibmas menggelar Jum’at Curhat di Kelurahan Talang ubi Barat Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI Provinsi Sumatera Selatan. “Giat Jum’at Curhat ini selain silaturahmi Kamtibmas dan mendengarkan informasi masyarakat di […]

expand_less