Surabaya||Temporatur.com– Satuan Reskrim Polsek Kenjeran Polres Pelabuhan Tanjung Perak membuktikan kesigapannya dalam mengungkap kejahatan jalanan. Kali ini, kasus ( Curas ) pencurian sepeda motor dengan modus kekerasan terhadap kendaraan berhasil diungkap.
Pelaku diketahui beraksi di sebuah garasi rumah warga di kawasan Bulak Banteng Baru, Surabaya, dan berhasil membawa kabur ( R2 ) sepeda motor milik korban.
Kapolsek Kenjeran Surabaya, Kompol Yuyus Andriastanto, S.H., M.H., melalui Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari laporan korban bernama MAR (26), warga Gang Kenanga 2, Bulak Banteng Baru Surabaya.
“Sepeda motor miliknya honda beat dilaporkan hilang saat terparkir di garasi samping rumahnya, pada Selasa, (01/7), dalam kondisi terkunci setir,” ucap Iptu Suroto, pada (4/8).
Suroto menjelaskan namun keesokan harinya, pada Rabu, (02/07) sekitar pukul 04.00 WIB, saat korban hendak mengambil motor, ternyata kendaraan tersebut sudah tidak ada.
Laporan langsung ditindaklanjuti oleh Tim Reskrim Polsek Kenjeran yang segera melakukan profiling terhadap target-target operasi yang sudah dikantongi. Hasilnya, pada Minggu, (20/07), pelaku akhirnya berhasil diamankan di rumahnya di kawasan Bulak Banteng Baru.
Satu tersangka MY (30), yang sehari-hari bekerja di cucian motor, mengaku bahwa aksinya dilakukan secara mandiri. Ia mengincar motor korban pada malam hari, lalu menendang setir hingga kunci patah dan memotong kabel stop kontak menggunakan gunting. Setelah itu, motor curian langsung dibawa kabur.
Dalam pemeriksaan lebih lanjut, Yasir mengakuinya telah melakukan pencurian motor setidaknya dua kali sebelumnya. Pertama, di bulan November 2024, ia mencuri motor Honda Scoopy di daerah Tanah Merah IV. Kedua, pada bulan yang sama, ia juga mencuri Yamaha Aerox di daerah Kalianak, Surabaya.
“Motor (R2) Roda dua hasil curian kali ini sudah dijual di wilayah Bangkalan Madura, dan kami masih mengejar penadah (480) serta menelusuri kemungkinan ada TKP lainnya,” tambah Suroto.
polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain, STNK asli milik korban, foto copy BPKB dan, satu buah gunting yang digunakan untuk memotong kabel dan sebuah anak kunci sepeda motor.
Saat ini, penyidik Polsek Kenjeran tengah melakukan pengembangan kasus lebih lanjut untuk membongkar jaringan penjualan dan penadah motor curian yang diduga melibatkan lebih dari satu pihak.
Suroto mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap sepeda motor yang diparkir di area terbuka atau garasi rumah, karena kejahatan bisa terjadi diman saja dan kapan saja, bahkan di lingkungan sendiri.pastikan memberi pengamanan tambahan seperti kunci ganda.”pungkasnya.















