KDM Ucapkan Belasungkawa dan Permohonan Maaf kepada Keluarga Korban yang Meninggal di Pesta Perkawinan Putranya

KDM Ucapkan Belasungkawa dan Permohonan Maaf kepada Keluarga Korban yang Meninggal di Pesta Perkawinan Putranya
Keterangan foto: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menghadiri resepsi pernikahan putranya Maula Akbar di Garut pada Rabu 16/07/2025.

KDM Ucapkan Belasungkawa dan Permohonan Maaf kepada Keluarga Korban yang Meninggal di Pesta Perkawinan Putranya

Garut – Temporatur.com

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM menyampaikan belasungkawa atas insiden tragis yang terjadi saat acara pernikahan putranya, Maula Akbar, di Garut,pada Rabu 16 Juli 2025.

Dalam insiden itu, tiga orang meninggal dunia karena desak-desakan saat masuk ke area pendopo alun-alun, termasuk salah satu korban yang merupakan anggota Polres Garut.

Dalam unggahan di akun tiktok  dan Instagramnya,Dedi Mulyadi menyatakan rasa duka yang mendalam dan berdoa agar keluarga korban diberi ketabahan.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar, saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga para almarhum husnul khatimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Kang Dedi dengan nada penuh empati,Jumat 18/07/2025.

Bacaan Lainnya

Ini bukan untuk menggantikan nyawa yang tak tergantikan. Tapi semoga dapat sedikit meringankan beban keluarga yang tengah berduka,” ujarnya.

Kang Dedi juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Garut, terutama kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi.

“Saya memohon maaf sedalam-dalamnya atas peristiwa yang terjadi. Ini pelajaran penting bagi kita semua agar lebih berhati-hati dalam merencanakan kegiatan publik yang melibatkan banyak orang,” tutupnya.

Dedi meminta maaf mewakili anak dan menantunya, Wakil Bupati Garut Luthfiansa Putri Karlina.

Sebagai bentuk empati dari kedua mempelai KDM akan memberikan santunan sebesar Rp 150.juta untuk masing-masing keluarga korban, dan menanggung biaya hidup dan pendidikan keluarga korban sampai ke perguruan tinggi.

Dedi Mulyadi berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting agar acara besar lebih diperhatikan dalam hal pengamanan dan pengaturan massa.

(SS/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *