Penggusuran Bangli di Bekasi: “Bupati Bekasi yang Bongkar Saya Bayar” Hanya Berlaku Jika Gubernur KDM yang Bongkar !!
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut Bupati Bekasi “Raja Bongkar” karena upaya pembongkaran bangunan liar di sepanjang Sungai Bekasi untuk normalisasi sungai dan mencegah banjir gencar di lakukan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang sebagai “si raja bongkar bangunan liar”. Hal ini disampaikan Dedi dalam kegiatan “Rapat Koordinasi Gawe Rancage Pak Kades Jeung Pak Lurah” di Gedung Bale Asri Pusdai, Kota Bandung, pada Senin (28/4/2025)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang sebagai “si raja bongkar bangunan liar”.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @ade_kuswara_kunang, terlihat Dedi berdiri di mimbar podium menyapa sejumlah kepala daerah yang duduk di belakangnya.
“Bupati Bekasi si raja bongkar, dia yang bongkar, saya yang bayar,” kata Dedi disambut tawa lepas para peserta, dikutip dari Instagram Ade Kuswara Kunang pada Selasa (29/4/2025).
Pemberian Konpensasi Bangli tidak berlaku jika pemkab Bekasi yang Bongkar
Pasca pembongkaran dan ramainya warga kampung Pulo Timaha yang menuntut pengganti kompensasi penggusuran Bangli oleh Pemkab Bekasi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut warga Kampung Pulo Timaha, Babelan, Kabupaten Bekasi yang tergusur tanpa kompensasi karena pembongkaran yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi, bukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Yang mengeluh itu adalah warga yang dibongkar oleh Pemda Kabupaten Bekasi, sehingga tidak mendapat bantuan,” ujar Dedi, dikutip dari akun Instagram resminya @Dedimulyadi71, Jumat (11/7/2025).
Terkait bantuan yang diberikan oleh Dedi saat penggusuran bangli di Kaligabus Dedi menyebut sumber anggarannya dari CSR.
“Bantuan itu bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) mitra kerja, bukan dari APBD, Karawang Dedi Mulyadi yang akrab disebut KDM.
Kendati demikian KDM menyatakan akan berdiskusi dengan Bupati Bekasi untuk membahas nasib warga yang kehilangan tempat tinggalnya.
“Saya ingin mengajak bicara nanti ke Pak Bupati, membicarakan nasib dari warganya yang kehilangan tempat tinggal di bantaran sungai,” kata Dedi.
Sekitar 420 bangunan liar (Bamgli) di sempadan jalan dan bantaran sungai Kampung Pulo, Babelan, Bekasi, dibongkar pada Rabu (9/7/2025). Pembongkaran dilakukan guna mengantisipasi banjir di wilayah Kabupaten Bekasi.
(SS/Red)















