Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Akui Rieke Diah Pitaloka dan Dede Yusuf Sebagai Gurunya
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan penghormatan mendalamnya terhadap dua tokoh penting yang dianggapnya sebagai “guru” dalam perjalanan hidup dan kariernya. Pernyataan tersebut disampaikan Dedi dalam sebuah acara di Jawa Barat yang penuh dengan pesan budaya dan sejarah Sunda.
Dalam pidatonya, Dedi menyebut Rieke Diah Pitaloka, politisi sekaligus aktivis, sebagai salah satu guru yang memberikan inspirasi besar dalam hidupnya. Ia mengenang figur Teh Rieke sebagai simbol perempuan Sunda yang kuat dan berprinsip.
“Siapa guru saya? Guru saya ada dua. Salah satunya adalah Rieke Diah Pitaloka. Teh Rieke adalah perempuan Sunda yang lebih memilih mati berkalang tanah daripada hidup dalam kepenaklukan kekuasaan,” ujar Dedi disambut tepuk tangan audiens.
Dedi juga menceritakan bahwa banyak ide dan gagasan dari Teh Rieke yang ia jadikan pedoman dalam menjalankan kebijakan saat ini.
Selain itu, Dedi juga menyebut Dede Yusuf, mantan Wakil Gubernur Jawa Barat sekaligus tokoh seni dan politik, sebagai guru lainnya.
“Kang Dede Yusuf, turunan Galuh, juga pernah mencalonkan diri sebagai gubernur. Walau belum diberikan kesempatan oleh Allah, beliau selalu memberikan dukungan kepada saya. Kang Dede adalah inspirasi dan simbol kasepuhan Sunda,” ungkap Dedi.
Dalam pidatonya, Dedi menekankan pentingnya membangun peradaban Sunda yang berakar pada nilai-nilai leluhur. Ia meminta dukungan dari kasepuhan dan masyarakat untuk melestarikan budaya dan memperbaiki infrastruktur demi menciptakan ruang yang tertata dan bermartabat.
“Saya mohon, biarkan kami menata ruang ini dengan baik. Lampu, jalan, hingga tukang sapu akan kami siapkan agar leluhur kami dapat hadir dengan baik di tempat ini,” tambah Dedi, yang juga menyoroti pentingnya peran pemerintah provinsi dalam menjaga estetika dan fungsi fasilitas umum.
Pidato Dedi Mulyadi ini tidak hanya menunjukkan penghormatan terhadap para tokoh yang dianggapnya sebagai inspirasi, tetapi juga membawa pesan penting tentang pelestarian nilai budaya dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. *
(ER)















