Diduga Tolak Masyarakat setempat Pangakalan Gas Elpiji Rosita Bukit Kemuning Lebih Prioritaskan Orang Luar Daerah
Lampung Utara,- Temporatur.com
Kembali Ramai Terkait Persoalan Gas Elpiji 3kg di wilayah kecamatan bukit kemuning kabupaten lampung utara, dimana masyarakat sekitar pangkalan Rosita yg dibawah Agen PT.Ryzki Eka Windu dengan gambkang tolak masyarakat yg ingin membeli gas di pangkalan tersebut
Masyarakat Jl.sinar jaya/Tebing kimpul kelurahan bukit kemuning kecamatan bukit kemuning Rt.003 Rw.002 mengeluhkan akan perbuatan pangkalan tersebut dimana warga yg engga menyebutkan namanya Sebut saja (mawar bukan nama asli) Menjelasakan bahwa mereka membeli dengan harga Rp.24.000.,/pertabung. “Iya bang kita beli di pangkalan Rosita itu dengan harga 24rb/pertabung dan kami heran nya kami selalu di tolak pangkalan tersebut tapi warga dari luar wilayah di berikan oleh pangakalan tersebut,”Ucapnya dengan ketus.
Mawar menambahkan bahwa kami masyarakat kelurahan bukit sudah cukup susah dan terbebankan oleh ulah oknum Pangkalan yg ada dibukit kami Berharap kepada pemerintah daerah,Aparat Penegak Hukum bisa bertindak tegas bang. karna kami menduga barang tersebut di bawa ke tempat lain untuk di ecer agar pangkalan tersebut mendapatkan keuntungan lebih tinggi, dan kami ingin bertanya juga bang apakah hanya Perbedaan Rt kami tidak boleh membeli Gas Bersubsidi tersebut?? Karna pangkalan tersebut alesan nya seperti itu tpi kami heran masyarakat luar Rw/wikayah bisa diberikan oleh pangkalan tersebut.”Tegasnya
Sampai berita ini di terbitkan awak media belum mendapatkan jawaban dri Agen PT.Ryzki Eka Windu yg mana telah di hubungin melalui Pesan singkat whatsApp dengan nomor 08226949xxxx
Dan Bahkan Ketua Hiswana Migas Lampung Utara Silaen Ketika di konfirmasi Awak media Tidak Pernah menjawab melaikan hanya membaca pesan awak media dengan nomor 08136907xxxx dimana Silaen harusnya bisa mengontrol agar barang Bersubsidi bisa tepat sasaran karna dia merupakan ketua Hiswana Migas_Lampung utara tapi diduga dirinya tidak pernah menghiraukan keluhan dari masyarakat dengan apa yang terjadi.
(Bambang)















